REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Momentum peringatan Hari Korban 40 ribu jiwa diperingati pada Sabtu (11/12/2021). Upacara digelar di halaman Museum Makam Pahlawan Korban 40 Ribu Jiwa, di Jalan Pongtiku, Kota Makassar.
Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Turut hadir pula Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali serta seluruh jajaran Forkopimda.
Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk kembali membangkitkan nilai-nilai nasionalisme khususnya bagi generasi muda.
Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026
“Banyak hal yang harus kita petik dari peringatan korban 40 ribu jiwa ini. Salah satunya adalah Jasmerah (jangan pernah melupakan sejarah),” kata ARA, akronim panggilan akrabnya.
Menurut ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini, dahulu kala banyak pahlawan berguguran demi mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia. Makanya, generasi saat ini patut bersyukur sebab tak merasakan penderitaan di zaman penjajahan.
“Begitu luar biasa penderitaan yang mereka hadapi. Makanya, para generasi penerus bangsa harus mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi,” imbau ARA.
Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun
Generasi muda, katanya, harus memaknai peristiwa ini tidak hanya sekadar sebagai sebuah tragedi sejarah saja melainkan juga sebagai spirit dan semangat perlawanan rakyat Sulsel.
“Spirit perlawanan dalam konteks kekinian dapat diwujudkan dalam bentuk memperkokoh dan memperkuat persatuan, menjaga sikap nasionalisme, serta menghentikan segala pertikaian antar sesama,” demikian ARA. (*)
