0%
logo header
Selasa, 18 Januari 2022 15:04

Musim Penghujan Tiba, IDI Jeneponto Ingatkan Warga Waspada DBD

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jeneponto, dr. Pasriyani.
Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jeneponto, dr. Pasriyani.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JENEPONTO – Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jeneponto, mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mengingat daerah berjuluk Butta Turatea ini kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Dikhawatirkan, perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti menjadi semakin banyak dan berpotensi besar masyarakat mudah terserang DBD.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jeneponto dr. Pasriyani, meminta agar masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Bukan hanya itu, warga juga diminta membiasakan diri untuk mencegah melalui gerakan mengurangi atau memberantas sarang nyamuk.

“Tolong sampaikan ke masyarakat agar membudayakan 3 M. Menguras, Menutup dan Mengubur tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar dr. Pasriyani via telepon, Selasa, (18/01/2022).

dokter Ahli Gizi ini menjelaskan bahwa nyamuk demam berdarah biasa ditemukan di ruang tertutup, penampungan air seperti bak mandi dan talang air.

“Nyamuk DBD ini mengigit di siang hari,” jelasnya.

Ketika orang terkenah gigitan nyamuk tersebut, ia akan demam, nyeri otot, kehilangan selera makan, mual muntah, perdarahan dan terdapat bintik merah atau ruam.

“Jikalau  bintik-bintik itu akan tumbuh pada dada bagian atas, sekitar ketiak dan kedua tungkai bawah,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Suryanigrat, mengaku telah melakukan kordinasi lintas sektor terkait penanganan DBD.

“Kita juga sudah berkordinasi dengan pemerintah Kelurahan dan Desa untuk membentuk Kader Jumantik atau juru pemantau jentik, juga melakukan abatesasi melalui teman-teman pengelola Kesling di Puskesmas,” beber Suryanigrat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 ini menambahkan bahwa upaya terakhir yang akan dilakukan oleh pihaknya adalah memberantas sarang nyamuk atau penyemprotan.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan PMI cabang Jeneponto melakukan PSN melalui fogging atau penyemprotan di rumah pasien yang positif DBD,” tambahnya.

Kendati demikian, sudah ada beberapa warga yang terserang penyakit DBD ini. Hanya saja, ia tak menyebutkan terkait jumlahnya. “Saya cek datanya dulu,” pungkasnya.

Penulis : Nurul Gaffar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646