REPUBLIKNEWS.CO.ID, TORAJA UTARA — Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) di kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan diminta untuk siap menuju era digitalisasi saat ini.
Kesiapan menuju era digitalisasi sekarang ini secara perlahan dipersiapkan PMI. Sebagai organisasi kemanusiaan, pihaknya mulai mengoperasikan Aplikasi Sistim Informasi Administrasi Manejemen Organisasi (SIAMO), dan Penggunaan Perangkat Sistim Pelaporan dan Perencanaan PMI/PMER (Planning, Monitoring, Evaluation and Reporting).
“Kita mendorong bagaimana penerapan aplikasi dan sistem ini dapat diterapkan di seluruh PMI kabupaten dan kota di Sulsel. Sebab kedua perangkat tersebut untuk saat ini belum begitu maksimal di manfaatkan secara merata di seluruh daerah,” kata Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan saat membuka Musyawarah Kerja PMI Provinsi Sulawesi Selatan di Ballroom Hotel Missiliana, Kabupaten Toraja Utara, kemarin.
Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Penjaringan Bakal Calon Dimatangkan
Adnan yang juga Bupati Gowa ini meminta agar seluruh pengurus PMI kabupaten dan kota se- Sulawesi Selatan perlahan-lahan mulai merubah paradigma organisasi di wilayahnya, agar terbiasa dalam menggunakan perangkat-perangkat digital.
Apalagi katanya, hal ini menjadi bagian dari hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PMI yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum PMI Muh Jusuf Kalla.
“Pak JK (Jusuf Kalla) ini adalah orang Sulawesi Selatan. Maka kita huruf memberikan contoh bagi daerah lain bahwa PMI Sulawesi Selatan ini yang kompak memberlakukan aplikasi ini,” ungkapnya.
Baca Juga : Sulawesi Cup Race Sukses Digelar di Sidrap, Putaran Uang di UMKM Capai Miliaran Rupiah
Selain itu, Adnan juga berharap PMI kabupaten dan kota membuat program-program layanan yang berkualitas dan profesional di masyarakat. Antara lain, meningkatkan ketersediaan darah yang aman, mudah di jangkau, berkualitas dan berkesinambungan, meningkatkan rekruitmen, serta pembinaan relawan sebagai tulang punggung layanan kemanusiaan PMI, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Selain itu meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan penanggulangan bencana, krisis kesehatan dan kemanusiaan dengan memperkuat unit-unit layanan.
“Ketiga hal tersebut diatas dapat kita wujudkan jika organisasi dapat berfungsi dengan baik dengan menerapkan tata kelola organisasi dan markas yang sinergis dalam pelaksanaan kegiatan, peraturan organisasi, sistem dan prosedur yang berlaku,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng PERADI Perkuat Penegakan Hukum dan Perlindungan Warga
Adnan juga meminta seluruh relawan yang ada di kabupaten dan kota untuk tetap waspada terhadap fenomena alam yang mulai terjadi. Menurutnya, saat ini di beberapa tempat mungkin sudah terjadi kekeringan atau kesulitan dalam mengakses air bersih. Begitupun juga diakhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 juga perlu mengantisipasi musim penghujan yang akan berpotensi mengakibatkan banjir dan tanah longsor dan angin kencang.
“Kami mengimbau agar senantiasa waspada terhadap fenomena alam yang terjadi belakangan ini. Dimana langkah-langkah antisipatif sudah harus kita lakukan saat ini,” ujarnya.
Misalnya, dengan mengaktifkan posko markas di masing-masing kabupaten dan kota, agar situasi terkini di setiap wilayah dapat terpantau di PMI Provinsi untuk selanjutnya diteruskan ke posko PMI Pusat.
Baca Juga : Hadiri Muskotlub Perbakin, Ketua KONI Makassar Bicara Soal Bantuan Anggaran Cabor
Sementara, Wakil Bupati Toraja Utara yang sekaligus Ketua PMI setempat Frederick Victor Palimbong mengaku menyambut baik atas ditunjuknya Toraja Utara sebagai lokasi pelaksanaan Musker PMI Sulsel.
“Menjadi tuan rumah adalah suatu hal yang membanggakan bagi kami. Para pejuang kemanusiaan hadir untuk membicarakan program-program tentang kemanusiaan,” ungkapnya.(*)
