MUSIBAH BESAR Bernama “Open Pit”
Oleh: Kahar Agung Kh. (Demis Sekjend PB Ipmil Raya)
REPUBLIKNEWS.CO.ID, — Metode tambang Open Pit atau tambang terbuka telah menjadi standar Global dalam ekstraksi emas skala besar. Konsepnya sederhana: menguliti bumi hingga ke perut terdalamnya. Bukit-bukit diratakan, tanah digali berton-ton, dan lubang raksasa ditinggalkan sebagai warisan permanen.
Baca Juga : Audiensi dengan Masmindo, Komite II DPD RI Tekankan Penguatan Tata Kelola Tambang
Salah satu yang terbesar dan sementara berjalan adalah proyek tambang emas oleh PT Masmindo Dwi Area di Pegunungan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Mereka mengusung metode open pit sebagai cara utama mengekstraksi emas dari perut bumi Latimojong.
Belajar dari Dunia: Tambang Open Pit Bukan Sekadar Lubang
Studi-studi ilmiah menunjukkan bahwa tambang open pit memiliki dampak jangka panjang yang serius, baik terhadap lingkungan maupun sosial masyarakat.
- Lanskap yang Tak Kembali
Baca Juga : Pemuda Latimojong Apresiasi MDA Raih Penghargaan Nasional atas Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Warga Lokal
Lubang tambang (pit) yang dibuat bisa berdiameter ratusan meter dan kedalaman hingga ratusan meter. Setelah operasi berhenti, lubang ini biasanya tidak ditutup dan menjadi danau asam atau lubang menganga permanen.
“Open pit mining permanently alters the landscape and leaves behind artificial pit lakes that can be toxic.”
— Hartman & Mutmansky, Introductory Mining Engineering
- Ancaman Air Asam Tambang (AMD)
Paparan mineral sulfida ke udara dan air menghasilkan acid mine drainage – air sangat asam yang membawa logam berat ke sungai dan air tanah.
Baca Juga : Masyarakat Dukung Polisi Usut Kasus Pemalangan Jalan Secara Profesional dan Transparan
Contoh: Tambang Grasberg (Papua) mencemari Sungai Ajkwa, meninggalkan jejak ekosida yang sulit dipulihkan.
— EPA, USAID, 2005
- Hilangnya Hutan dan Satwa Endemik
Hutan tropis seperti Latimojong memiliki ekosistem kompleks. Penambangan akan mengakibatkan deforestasi, fragmentasi habitat, dan mengancam spesies langka seperti anoa, babirusa, dan burung endemik Sulawesi.
PT Masmindo Mengebom Latimojong: Ancaman Nyata di Depan Mata
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Siapa Masmindo?
PT Masmindo Dwi Area adalah perusahaan tambang yang mengembangkan Proyek Awak Mas di Pegunungan Latimojong. Mereka memegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 dengan target produksi emas tahunan mencapai 100.000 ons emas (sekitar 3 ton per tahun).
Metode yang Dipilih?
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Metode open pit—yang berarti penggalian besar-besaran di bukit-bukit Latimojong, termasuk wilayah hutan lindung dan zona sumber air bersih masyarakat.
Lokasi Kritis
Berada di wilayah tangkapan air DAS Rongkong dan Saddang.
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Dekat dengan sumber mata air dan kebun produktif masyarakat di Desa Rante Balla, Boneposi, hingga Ulu Salu.
Dampak Sosial: Lebih dari Sekadar Tambang
1. Ancaman Dislokasi Komunitas Adat
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Beberapa dusun adat yang tinggal turun-temurun di kawasan ini tidak dilibatkan dalam proses konsultasi awal. Padahal secara internasional, masyarakat adat berhak atas Free, Prior and Informed Consent (FPIC) sebelum ada proyek tambang.
“Displacement without consent leads to cultural erosion and socioeconomic disruption.”
— Downing, World Bank (2002)
2. Krisis Air Bersih dan Pertanian
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Deforestasi dan peledakan tanah skala besar akan mengganggu kualitas dan kuantitas air. Sementara masyarakat Latimojong sangat bergantung pada pertanian dan irigasi alami.
“Open pit mining can permanently disrupt aquifers and downstream water quality.”
— Younger et al., Mine Water: Hydrology, Pollution, Remediation
Studi Kasus Serupa: Peringatan Nyata

Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
DATA PDF
Pilihan Masa Depan: Emas atau Kehidupan?
Latimojong adalah salah satu ekosistem pegunungan terpenting di Sulawesi, dengan potensi wisata alam, pertanian berkelanjutan, dan peran besar dalam menjaga iklim mikro kawasan.
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Jika proyek Masmindo dengan sistem open pit tetap berjalan, kita tidak hanya menggali emas—kita sedang menggali kuburan bagi hutan, air, dan masa depan masyarakat adat di Luwu.
“Apa gunanya emas jika yang hilang adalah hutan, air, dan generasi masa depan?”
Rekomendasi Masyarakat dan Ilmuwan:
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Moratorium Tambang di Wilayah Ekologis Sensitif seperti Latimojong.
Audit Lingkungan Mandiri dan Partisipatif dengan keterlibatan masyarakat.
Pemenuhan hak masyarakat adat atas FPIC (Free, Prior, Informed Consent).
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Konsultasi Publik Transparan dan tidak hanya formalitas administratif.
Alternatif ekonomi hijau: agrowisata, pertanian organik, dan kehutanan sosial.
Penutup
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Tambang emas open pit bukan sekadar teknologi—ia adalah keputusan politik, ekologis, dan moral. Jangan biarkan Latimojong bernasib seperti Porgera, Yanacocha, atau Grasberg. Emas bisa dicari di tempat lain. Tapi hutan, air, dan budaya yang hancur tidak bisa dikembalikan.
🌿 “Menyelamatkan Latimojong bukanlah anti-investasi, tapi bentuk tertinggi dari investasi: menjaga kehidupan.”
Catatan Referensi:
Hartman, H.L. & Mutmansky, J.M. (2002). Introductory Mining Engineering. Wiley.
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
Younger, P.L. et al. (2002). Mine Water: Hydrology, Pollution, Remediation. Kluwer.
Downing, T.E. (2002). Displacement by Mining, World Bank.
Bebbington, A. et al. (2008). Geoforum – Extractive Industries and Society.
Baca Juga : FPLB–KWLT Apresiasi Program PMT MDA, Angka Stunting di Latimojong Turun Signifikan
WALHI, JATAM, MiningWatch, Human Rights Watch, USAID (Grasberg Case).
