0%
logo header
Kamis, 24 April 2025 13:01

Outstanding Fintech P2P Lending Periode Februari 2025 Tembus Rp80,07 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi perusahaan pembiayaan. (Dok. Int)
Ilustrasi perusahaan pembiayaan. (Dok. Int)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Total outstanding pembiayaan pada industri Fintech Peer to Peer (P2P) Lending hingga periode Februari 2025 mencapai Rp80,07 triliun. Capaian ini pun mengalami kenaikan hingga 31,06 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jika kita melihat secara pertumbuhan outstanding pinjaman di Fintech P2P Lending mengalami kenaikan positif setiap tahunnya. Pada Februari 2024 nilainya Rp61,10 triliun, sementara di Januari 2025 lalu mencapai Rp78,50 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, dalam keterangannya, kemarin.

Lanjutya, pada tingkat risiko kredit macet dalam pembiayaan ini secara agregat (TWP90) berada di posisi 2,78 persen, dari kondisi TWP90 di periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,95 persen.

“Tentunya kami akan terus memastikan bagaimana agar kondisi risiko kredit macet dalam pembiayaan Fintech P2PL ini bisa selalu dalam posisi aman melalui edukasi yang massif,” ujarnya.

Sementara, di sektor PVML lainnya pada kondisi piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) periode yang sama tumbuh 5,92 persen menjadi Rp507,02 triliun dari Rp478,69 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung dari pembiayaan investasi yang tumbuh sebesar 12,98 persen yoy. 

Untuk profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat turun menjadi 2,87 persen, dan NPF net 0,92 persen. Adapun Gearing ratio PP tercatat sebesar 2,20 kali dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.  

Begitu pun pada pertumbuhan pembiayaan modal ventura di Februari 2025 terkontraksi 0,93 persen yoy dengan nilai pembiayaan tercatat Rp16,34 triliun.

“Di Januari kemarin nilai pembiayaan sebesar Rp15,91 triliun, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya nilainya sebesar Rp16,49 triliun,” terangnya.

Berdasarkan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan pada Februari 2025 meningkat sebesar 59,1 persen yoy atau menjadi Rp8,2 triliun. Sementara pada kondisi NPF gross mencapai 3,68 persen. 

Untuk 21 Koperasi di Sektor Jasa Keuangan (open loop) yang telah dialihkan pengaturan dan pengawasannya kepada OJK, tercatat aset mencapai Rp337,30 miliar dengan pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp213,26 miliar.

“Sedangkan terhadap 3 koperasi open loop yang belum berizin di OJK, telah disampaikan surat pemberitahuan perpanjangan proses pengajuan izin usaha sebagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK),” terang Agusman.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646