0%
logo header
Rabu, 19 Februari 2025 10:41

Pariwisata Didorong Jadi Lokomotif Baru Pertumbuhan Ekonomi di Gowa

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat membuka membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat membuka membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sektor pariwisata di Kabupaten Gowa memiliki potensi besar menjadi lokomotif baru untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Hal ini karena wilayah tersebut menjadi kota penyangga Kota Makassar dan komuter.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Kabupaten Gowa sebagai daerah penyangga ibu kota di Sulawesi Selatan menyebabkan 87 persen penduduk Gowa adalah komuter. Sehingga, nilai tambah ekonomi masyarakat akan masuk ke Kota Makassar, dan pembagi ke Kabupaten Gowa.

“Jika komuter Gowa bekerja lima hari di Makassar, maka peluang untuk mengembalikan nilai tambah ekonomi tersebut adalah dua setengah hari atau mulai Jumat sore hingga Minggu. Ini menjadi peluang bagi kita mengembangkan pariwisata sebagai lokomotif baru pertumbuhan ekonomi,” katanya, di sela-sela membuka membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, kemarin.

Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026

Menurutnya, dalam mengembangkan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Gowa telah rutin melaksanakan kegiatan pariwisata. Salah satunya, Beautiful Malino, kegiatan ini digelar setiap tahunnya dan dianggap bukan lagi sekadar event pariwisata, tapi mampu menjadi penggerak aktivitas pariwisata dengan ekosistem ekonominya. Misalnya, berdampak pada masuknya investasi pada sektor pariwisata.

“Sepanjang 2024 lalu, total investasi yang masuk di Gowa sebesar Rp8,1 miliar, dimana di antaranya tercatat lebih dari Rp400 miliar pada bidang pariwisata,” ujarnya.

Investasi bidang pariwisata ini terlihat dari banyaknya pembangunan destinasi wisata baru seperti, Sierra Sky View, Cimory Dairy Land, Malino Hills, Kampung Eropa, Malino Wonderland, hingga pembangunan hotel maupun villa-villa. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa pariwisata sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Gowa.

Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun

Ia mengungkapkan, selama ini sumber pertumbuhan ekonomi didominasi oleh tiga sektor yakni pertanian sebesar 29,53 persen, perdagangan sebesar 12,72 persen, dan konstruksi sebesar 12,72 persen. Meski demikian pertumbuhannya cenderung melambat, bahkan sektor pertanian rentan dipengaruhi perubahan iklim.

“Menariknya terdapat sektor-sektor yang bertumbuh akselaratif terutama sektor tersier yang terkait pariwisata seperti sektor akomodasi dan makan minum yang tumbuh 21,15 persen. Sehingga kebijakan mendorong sektor pariwisata sebagai lokomotif baru pertumbuhan ekonomi dan berkelanjutan sudah tepat,” ungkap Adnan.

Lanjut Adnan, pada penyusunan RKPD ia menilai, rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah sebaiknya disusun dengan terlebih dahulu melihat kondisi daerah. Sebab, saat ini tantangan pembangunan semakin kompleks.

Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik

Pada satu sisi kata Adnan, pemerintah dituntut untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun di sisi lain pemerintah juga diwajibkan melakukan efesiensi belanja daerah. Hal ini disampaikan saat

“Dalam menyusun rancangan awal untuk satu tahun kedepan ini kita diuji, karena kita ditarget pertumbuhan ekonomi 7-8 persen tapi juga diminta melakukan efesiensi anggaran. Sehingga dibutuhkan bagaimana membuat perencanaan yang matang tapi dengan anggaran minim, namun tetap mampu menggerakkan aktivitas ekonomi kita yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Sehingga, menurutnya, dengan mengenali terlebih dahulu kondisi tersebut dianggap mampu mengatasi tantangan yang ada.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa Sujjadan mengatakan, maksud pelaksanaan forum konsultasi publik ini untuk memenuhi tahapan penyusunan RKPD dan sebagai sarana komunikasi interaktif, dialog membangun antara seluruh pemangku kepentingan pembangunan di Kabupaten Gowa.

“Tujuannya untuk mendapatkan saran, masukan dari seluruh peserta untuk penyempurnaan rancangan awal RKPD 2026 yang dilandasi dengan itikad dan semangat yang baik. Sehingga dokumen perencanaan pembangunan akan semakin komprehensif dan berkualitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan forum konsultasi publik kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana biasanya dilaksanakan sebagai penanda dimulainya tahapan penyusunan RKPD, akan tetapi tahun ini didahului dengan pelaksanaan musrenbang kecamatan.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Ini dilakukan untuk menyaring lebih awal usulan-usulan masyarakat secara bottom up dengan mekanisme teknik perencanaan sandingan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang kami sebut dengan e-Musrenbang. Kecamatan menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi usulan masyarakat dan urutan prioritas ini kemudian menjadi bahan bagi tim delegasi pada saat forum perangkat daerah dan lintas perangkat daerah,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646