0%
logo header
Selasa, 06 April 2021 01:32

Pembukaan RTH Syekh Yusuf Tunggu Kasus Covid-19 Melandai

Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. (Dok.Humas Gowa)
Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. (Dok.Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pembukaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf di Jalan Masjid Raya, Kota Sungguminasa direncanakan akan dibuka saat angka penularan Covid-19 menurun.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menegaskan, saat ini semua perlengkapan untuk proses pembukaan sudah siap, termasuk zona untuk permainan anak. Hanya saja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa belum bersedia memasangnya.

“Kalau kita pasang akan mengundang orang dan menciptakan kerumunan. Kalau terjadi kerumunan potensi penularannya akan naik. Kalau sudah melandai akan kita buka,” ungkapnya, Senin (05/06/2021).

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

RTH Syekh Yusuf sendiri dirancang untuk menjadi yang terbaik di Kawasan Timur Indonesia. Pasalnya fasilitas umum yang dibangun mulai 2018 lalu dilengkapi berbagai fasilitas.

RTH Syekh Yusuf ini dibangun dengan empat zona, yakni zona A terdiri dari lapangan upacara, zona B terdiri dari lapangan sepak bola dan taman bermain anak atau playground.

Kemudian pada zona C dibangun pusat jajanan kuliner (foodcourt), lapangan basket, lapangan takraw, lapangan tennis, dan area gym/fitness. Sementara pada zona D akan ada Monumen/Sight Seeing Patonro.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

Pada zona C juga dibuat area skatepark yang dinilai menjadi skatepark terbaik di Indonesia Timur. Skatepark ini dibangun dengan anggaran sponsor dalam hal ini PT Mega Mie.

Pemkab Gowa juga mendapatkan bantuan dari mitra atau pihak ketiga untuk mengganti rumput-rumput rusak yang ada di sekitar lapangan.

Bantuan ini untuk mendukung agar sebelum pembukaan RTH untuk umum ini jauh lebih cantik dari sebelumnya.

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

“Jadi rumputnya mati semua jadi diganti untuk menjaga estetika. Yang harus disyukuri penggatian rumput tidak memakai APBD. Tapi murni sumbangan,”katanya.

Dia menginginkan agar penyelesaian RTH ini harus betul-betul rapi dan bersih sehingga saat masyarakat mulai menggunakan fasilitas umum ini bisa merasa nyaman dan tenang. (Rhany)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646