REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil membawa Daeng Rannu dan Zaenab, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Syekh Yusuf, setelah sebelumnya berhasil dibujuk. Dua warga Kecamatan Pallangga ini di-diagnosa penyakit kulit.
Daeng Rannu dan Zaenab sempat viral di sosial media karena disebut tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
“Karena malu dengan tetangga dia tidak mau ke Rumah Sakit. Alhamdulillah tepat Jum’at (4/4) dini hari setelah dibujuk mereka mau dan kita bawa ke RSUD Syekh Yusuf untuk segera ditangani oleh tenaga kesehatan,” ungkap Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : Anggaran Infrastruktur Untuk Seko Luwu Utara Capai Rp68 Miliar, Gubernur Sulsel: Insya Allah 2026
Ia menegaskan, kedua warga tersebut selama ini telah mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah. Sebab, hampir berbagai program bantuan menyasar mereka, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan.
“Selama ini pemerintah sudah memperhatikan beliau, karena dia ini penerima beberapa manfaat BPJS, BPNT dan PKH,” katanya.
Husniah menyebut kejadian ini adalah tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Gowa. Terlebih di program 100 hari pertamanya ini menjadikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Gowa sebagai salah satu program prioritasnya.
Baca Juga : Kerja Nyata Munafri-Aliyah Sepanjang Tahun 2025: 105 Ruas Jalan Diaspal, 116 Drainase Dibangun
“Apalagi ini bagian dari Gowa Sehat dan Gowa Sejahtera jadi pasti akan mendapatkan perhatian lebih dari kami. Jadi yang mengatakan mereka tidak diperhatikan oleh pemerintah itu informasi yang kurang tepat,” jelasnya.
Sementara Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr Ummu Salamah mengaku sejak mereka dibawa ke RS pada Jum’at dini hari, pihaknya segera melakukan penanganan oleh dokter umum di IGD Rumah Sakit yang kemudian ditindaklanjuti oleh dokter kulit pada pagi harinya.
“Jadi penanganan yang telah dilakukan, sejak dini hari sampai saat ini setelah diperiksa kita langsung teruskan ke dokter kulit dan dokter gizi klinik. Sudah diberikan pengobatan khususnya untuk kulitnya dimana terapi yang dilakukan yakni dokter akan memberikan salep setiap harinya hingga seminggu kedepan untuk mengurangi gejala dari sakitnya ini,” katanya.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Selain itu, pihak rumah sakit akan mengecek riwayat penyakit lainnya dan terus mengedukasi ke masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dalam mencegah penyakit datang. Terlebih kedua masyarakat tersebut memiliki BPJS sehingga lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
“Sejak dibawah dini hari oleh pemerintah kecamatan hingga SKPD terkait, kita langsung melakukan penanganan. Kita edukasi juga pentingnya untuk menjaga kenersihan. Diharapkan sepekan sudah ada perbaikan tapi itu harus berlanjut terus sambil memeriksan riwayat lainnya,” tambah dr Ummu.
Sebelumnya, warga Kecamatan Pallangga ini diposting oleh dua akun media sosial @takalarinfo dan @gowainformasi yang menuliskan caption kalau korban ini menderita sakit dirumahnya hanya bersama ibunya yang juga sedang sakit parah. Kemudian, setelah ditelusuri informasi tersebut kurang tepat karena mereka adalah salah satu penerima manfaat PKH, BPNT dan KIS/BPJS Kesehatan.
