0%
logo header
Sabtu, 05 Maret 2022 20:32

Pemkab Gowa dan Alishter Ajak Petani Kurangi Penggunaan Herbisida untuk Tingkatkan Produksi

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Pj Sekda Kabupaten Gowa Kamsina (tengah) di sela-sela rangkaian Teknologi Penyiapan Lahan Jagung dan Closed Loop Knapsack Sprayer (CLKS) bagi petani di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (05/03/2022). (Ist)
Pj Sekda Kabupaten Gowa Kamsina (tengah) di sela-sela rangkaian Teknologi Penyiapan Lahan Jagung dan Closed Loop Knapsack Sprayer (CLKS) bagi petani di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Sabtu (05/03/2022). (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mendorong agar produksi jagung yang dihasilkan para petani dapat meningkat. Tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan para petani jagung.

Olehnya, Pemkab terus mendukung seluruh program-program yang dapat merealisasikan hal tersebut. Salah satunya, mendukung program Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) bekerjasama Kementerian Pertanian, dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan yang menggelar Teknologi Penyiapan Lahan Jagung dan Closed Loop Knapsack Sprayer (CLKS) bagi petani di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu.

“Kita berterimakasih karena Kabupaten Gowa dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ini. Kita berharap, mudah-mudahan dengan kegiatan ini, seluruh petani bisa meningkat penghasilannya, sehingga kedepan semakin sejahtera dan bahagia,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina, di sela-sela kegiatan, Sabtu (05/03/2022).

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

Dirinya menyebutkan, produksi beberapa komoditas pertanian di subsektor tanaman pangan dan hortikultura di wilayah Kabupaten Gowa seperti padi, jagung dan jenis lainnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Misalnya, pada komoditas jagung yang terus mengalami peningkatan. Misalnya luas tanam pada 2020 lalu seluas 53.455 Hektare (Ha) itu mampu memproduksi jagung sebesar 296.846 ton. Sementara jika dibanding pada periode 2019 lahan seluas 48.194 Ha hanya memproduksi sebesar 288.200 ton. Artinya ada peningkatan yang terjadi sekitar 3,00 persen khusus untuk produksi jagung.

“Capaian peningkatan produksi ini tentu tidak terlepas dari bantuan dan dukungan yang kuat dari pemerintah. Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian,” ungkap Kamsina.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

Kamsina berharap, dengan adanya kegiatan tersebut para petani akan lebih mampu menciptakan praktek budidaya pertanian yang berwawasan lingkungan. Sebab, jika masih menggunakan herbisida dalam pertanian dengan penggunaan cukup tinggi akan berdampak pada pencemaran lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan kepada Alishter yang telah memberikan pelatihan penggunaan pestisida terbatas yang diharapkan nantinya dapat menciptakan praktek budidaya pertanian yang berwawasan lingkungan,” harapnya.

Sementara, Ketua Alishter Muliady Benteng mengatakan, pihaknya telah melakukan pelatihan semacam ini di hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Tujuannya untuk membantu seluruh petani agar bisa lebih maju dan sejahtera.

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

“Pelatihan semacam ini telah aktif kita lakukan sejak 2015 lalu. Saat ini kita sudah menjadwalkan akan melakukan pelatihan di 42 kabupaten dan kota di 21 provinsi yang potensi penggunaan herbisidanya sangat tinggi,” terangnya.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646