“Goals kita adalah meningkatkan akses dan mutu layanan ibu dan BBL di fasyankes. Kebijakan dan peraturan yang lebih baik, yang memungkinkan keterlibatan sektor swasta serta meningkatkan koordinasi dan integrasi sistem kesehatan swasta dan pemerintah di kabupaten sasaran dalam hal ini Kabupaten Gowa,” ungkapnya.
Amiruddin menyebutkan, beberapa intervensi yang akan dilakukan dalam upaya menurunkan AKI dan AKB, seperti workshop tentang mutu, keselamatan pasien & INM, workshop Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), Pendampingan Tata Kelola Klinik untuk RS swasta, Penguatan Komite MUTU RS, Pendampingan Tata Kelola Klinik untuk, Klinik swasta/TPMB, Penguatan Bidan DELIMA serta Adopsi E-kohort/MPDN.
Sementara itu, di Indonesia kata Amiruddin, lokasi program ini berada di lima provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Kriteria Pemilihan Kab/Kota yaitu merupakan daerah Lokus AKI/AKB Kementerian Kesehatan, jumlah Penduduk yang besar, jumlah RS Swasta dan Faskes Swasta lainnya dan ada RS jaringan,” terangnya. (Rhy)
