0%
logo header
Jumat, 30 April 2021 13:10

Pemkab Gowa Salurkan Rp100 Juta untuk Operasional Pondok Tahfidz Daarul Huffadz

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, saat meresmikan Pondok Tahfidz Al-Qur'an Daarul Huffadz di Kecamatan Bajeng. (Istimewa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, saat meresmikan Pondok Tahfidz Al-Qur'an Daarul Huffadz di Kecamatan Bajeng. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk membantu operasional dan pembangunan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Daarul Huffadz di Kecamatan Bajeng.

Bupati Gowa Adnan Purichta Adnan mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai dukungan pemerintah kepada kehadiran pondok tersebut. Apalagi saat ini Pemkab Gowa menjadikan program keagamaan sebagai salah satu program prioritas, artinya dengan dibangunnya pondok tahfidz ini telah ikut andil dalam mendukung program keagamaan pemerintah daerah.

“Saya harap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan pondok pesantren ini. Baik dari segi operasional maupun pembangunannya kedepan,” ungkapnya, Jumat (30/04/2021).

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

Ia mengaku, kehadiran pondok pesantren ini telah membantu pemerintah khususnya dalam mencetak para hafidz Al-quran dan pendakwah. Apalagi Pemkab Gowa memiliki program 1 desa/kelurahan 1 hafidz yang diharapkan para santri dari pondok ini bisa berpartisipasi dalam program tersebut.

“Kehadiran pesantren ini diharapkan mampu mencetak orang yang mampu menyebarkan ajaran Islam yang tentunya moderat dan merangkul seluruh komponen yang ada dan mencetak penghafal-penghafal Al-quran,” harapnya.

Sementara, Ketua Yayasan Pondok Tahfidz Al-Qur’an Daarul Huffadz Nurdin Johanas mengatakan, pembangunan pondok ini tidak lepas dari bantuan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

“Semangat yang membesarkan niat kami membangun ini adalah lewat program Bapak Bupati yaitu 1 hafidz 1 desa/kelurahan, kami para penggiat mendapatkan motivasi karena adanya program ini ditambah sumbangan dari berbagai pihak termasuk dari Pemkab Gowa,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyebutkan para santri yang diterima di pondok ini sebagian besar merupakan anak yatim dan miskin yang biaya sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) nya digratiskan 100 persen dan sebagiannya membayar SPP.

“Insya Allah kedepan pondok ini akan menjadi milik semua umat tanpa melihat kelas sosial dan menjadi pencetak-pencetak asset umat,” harapnya. (Rhany)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646