0%
logo header
Jumat, 18 Maret 2022 13:29

Pemkab Gowa Siapkan 100 Hektar Lahan untuk Pengembangan Pertanian Terpadu

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melakukan penandatanganan kerjasama dalam program pertanian, Jumat (18/03/2022). (Ist)
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melakukan penandatanganan kerjasama dalam program pertanian, Jumat (18/03/2022). (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyiapkan lahan sekitar 100 hektare (Ha) di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe untuk dijadikan wilayah pengembangan pertanian terpadu atau intergrated farm.

Program pertanian terpadu ini merupakan program Kementerian Pertanian RI lewat kebijakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Program kerjasama antara Pemkab Gowa bersama Kementan RI telah diteken di sela-sela peresmian hasil revitalisasi Kawasan Museum Balla Lompoa di Istana Tamalate Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Jumat (18/03/2022).

Baca Juga : Pemkab Gowa Perkuat Pengelolaan Pajak dan Retribusi Berbasis Data Akurat

“Alhamdulillah kami berterimakasih karena Gowa dipilih sebagai daerah pengembangan program ini di Sulawesi Selatan,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Ia mengungkapkan, dari 100 Ha lahan yang disiapkan baru 60 Ha lahan yang akan dikembangkan sebagai tahapan awal. Untuk pengembangannya sendiri mulai dari sektor peternakan, pertanian dan perkebunan.

Sementara, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan, program ini merupakan langkah-langkah yang dilakukan Kementan RI bersama pemerintah daerah untuk mengahdirkan pertanian yang lebih massif. Tujuannya untuk menghadirkan komoditas pertanian yang dibutuhkan dalam rangka ketahanan pangan nasional.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

Dirinya menjelaskan, konsep program ini yaitu dalam satu area dilakukan pengembangan sejumlah komoditi-komoditi, bukan hanya dari pertanian, tetapi juga perkebunan dan peternakan.

“Ini saatnya kita menghidupi seluruh Indonesia dan bisa membuat ruang ekspor. Komoditas jagung pasti dibutuhkan dunia, kedelai juga dibutuhkan dunia dan semua ini bisa ditanam di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

Olehnya, ia berharap program tersebut bisa berjalan dengan cepat dan lancar, sehingga Kabupaten Gowa bisa berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646