0%
logo header
Kamis, 15 Juli 2021 20:13

Pemkab Sinjai Paparkan Inovasi ‘Aksi Tali Sepatu’ Dalam Kegiatan Konvergensi Stunting

Rizal
Editor : Rizal
Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib saat memaparkan inovasi 'Aksi Tali sepatu' dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sinjai.
Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib saat memaparkan inovasi 'Aksi Tali sepatu' dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Sinjai.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Inovasi ‘Aksi Tali Sepatu’ merupakan cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dalam melakukan upaya penanganan kasus stunting dan gizi buruk.

Menurut Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib, inovasi ‘Aksi Tali Sepatu’ ini merupakan akronim dari aksi konvergensi kegiatan lintas sektor dalam Penanganan stunting. Dimana dalam pemaparannya, ia menjelaskan aksi 5-8 percepatan penanganan stunting.

Pemaparan tersebut dilakukan Irwan dalam kegiatan penyelenggaraan penilaian aksi konvergensi penanganan stunting pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Pemprov Sulawesi Selatan di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Rabu (14/7/2021) kemarin.

Baca Juga : Jelang Ramadan, STIA Abdul Haris Makassar Bersama PMI Gelar Aksi Donor Darah

“Kami telah memaparkan inovasi Kabupaten Sinjai, yaitu Aksi Tali Sepatu. Dimana aksi tersebut kita mengibaratkan bahwa tali sepatu itu biasa tidak sama bentuknya, namun arahnya sama. Jadi kami mencoba melakukan kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan dari perangkat daerah lainnya menuju penanganan stunting,” jelas Irwan.

Menurutnya, penanganan stunting ini telah diatur berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sinjai Nomor 258 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sinjai.

Hingga saat ini, kata Irwan, angka kasus stunting di Sinjai terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tercatat di tahun 2020 lalu, angka stunting di Bumi Panrita Kitta berada di angka 7,14 persen.

Baca Juga : Perkuat Stabilitas Pangan di Daerah, Waka DPRD Sulsel Yasir Machmud Apresiasi Peresmian Gudang Pangan Polri

“Insyaallah bahwa inovasi yang kita lakukan dengan keterlibatan dari semua sektor, saya yakin dan percaya kita mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Sinjai,” imbuhnya.

Apalagi, kata Irwan, hal ini merupakan salah satu komitmen Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa yang sangat kuat dalam menangani stunting. Irwan pun mengaku optimis bahwa inovasi Pemkab Sinjai mampu bersaing dengan kabupaten lainnya yang ada di Sulsel.

“Saat pemaparan, kita menyajikan data bahwa di Kabupaten Sinjai, dari 67 desa dan 13 kelurahan itu sudah terbentuk Kader Pembangunan Manusia (KPM). Ini kan belum ada di Sulawesi Selatan, kita yang pertama melakukannya, maka dari itu kita selalu optimis,” tutupnya.

Baca Juga : BPOM Sumbang Potensi Ekonomi Rp10.000 Triliun dari Sektor Kesehatan, Konsep ABG Taruna Ikrar Jadi Penggeraknya

Pemaparan inovasi penanganan stunting Pemkab Sinjai turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai Drs Akbar, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sinjai, A Ilham Abubakar.

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan dr Emmy Kartahara Malik, Kepala Dinas P3AP2KB Sinjai, A Tenri Rawe Baso, Kepala Dinas PMD Sinjai, Hj A Hariani Rasyid, serta Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai, Tamzil Binawan. (Anto)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646