REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program Jumat Ibadah bertepatan dengan pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, di masjid Sultan Alauddin Kompleks UMI, jalan Racing Center , Jumat (21/06/2019).
Jumat Ibadah akan digelar setiap pekan yang diawali Shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kultum, pembacaan surah Al kahfi secara bersama, shalat sunnah Syuruq, dan pembacaan surah Al Waqiah secara bersama yang ditutup dengan shalat sunnah Duha.
Kultum atau ceramah agama akan disampaikan secara bergantian oleh pimpinan SKPD lingkup Pemkot Makassar dengan tema yang berbeda setiap pekannya.
Baca Juga : Surat Memilukan dari Warga Kelaparan di Sinjai Viral, Heriwawan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Sembako
Di hari perdana Jumat Ibadah, SKPD yang mendapatkan kesempatan pertama menyampaikan kultum adalah Inspektorat Kota Makassar.
“Bisa saja penceramah kita menyampaikan capaian program atau sosialisasi kebijakan pemerintah kota dalam ceramahnya atau tema lainnya yang berkaitan dengan ajaran Islam,” kata Kabag Kesra Pemkot Makassar Dahyal.
Sejak Juni hingga Desember nanti akan ada 28 masjid yang menjadi lokasi Jumat Beribadah yang tersebar di kecamatan Rappocini, Tamalate, Mariso, Mamajang, Makassar, dan Panakkukang.
Baca Juga : Raih Suara 95.8 Persen, Prof JJ Terpilih Kembali Sebagai Rektor Unhas Periode 2026-2030
“Pemerintah kota Makassar meluncurkan Jumat Ibadah dengan harapan Makassar bisa menjadi kota yang religius di tengah heterogenitas masyarakatnya,” lanjut Kabag Dahyal.
Ia berharap Jumat Ibadah ini dapat menjadi awal dari gerakan memakmurkan masjid yang diawali dari Makassar. Masjid bisa menjadi kekuatan sosial yang menawarkan keseimbangan hidup bagi masyarakat utamanya kaum muslimin dan muslimat.
