REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Makassar menolak laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Selatan, di Forum Muswil ke XVII, di Hotel Dinasti Kota Parepare, Sabtu (28/06/2019).
Penolakan itu disampaikan Ketua PDPM Makassar, Muhammad Sabri, dalam agenda pandangan dan tanggapan PDPM tentang kiprah PWPM Sulsel periode 2014-2018.
Di hadapan ribuan peserta Musywil, Sabri menegaskan alasan penolakannya. Ia menganggap PWPM Sulsel periode ini menjalankan kepemimpinan secara tidak demokratis.
Baca Juga : 16 Pelanggan Setia IM3 di Indonesia Terima Hadiah Loyalitas, Ada Mobil, Motor dan Smartphone
“Dalam mengambil keputusan organisasi, PWPM Sulsel periode ini hampir selalu tidak melibatkan PDPM untuk memusyawarakan susuatu yang akan menjadi keputusan. Yang ada PDPM hanya diundang untuk menerima keputusan itu dan tidak ada lagi musyawarah,” ujarnya.
Bagi PDPM Makassar, lanjut Sabri, perilaku tersebut memperlihatkan bahwa PWPM Sulsel tidak lagi menganut musyawarah mufakat, melainkan mufakat musyawarah.
Adapun alasan lain, lanjut Sabri adalah PWPM Sulsel di bawah Nakhoda Mahyuddin juga tebang pilih dalam membina daerah serta mengabaikan PDPM yang dianggap tidak sepemikiran.
Baca Juga : Surat Memilukan dari Warga Kelaparan di Sinjai Viral, Heriwawan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Sembako
“Inikan sangat tidak dewasa sebagai pimpinan yang seharusnya mengayomi tapi yang ada justru menjauhi PDPM yang berani mengkritisi dan mengajak diskusi,” ungkapnya.
Sabri pun menutup, bahwa meski demikian ia juga tetap tidak mengeyampingkan beberapa torehan PWPM Sulsel untuk diapresiasi. Dirinya pun berharap, PWPM agar lebih dewasa, matang dan selalu berorientasi persaudaraan dalam bersama berjuang di Pemuda Muhammadiyah. (Ilo)
