0%
logo header
Rabu, 14 Januari 2026 06:30

Pengerjaan Jalan Hertasning Tunjukkan Progres Nyata, Warga dan Pengendara Mulai Rasakan Manfaat

Rizal
Editor : Rizal
Progres penanganan preservasi Jalan Paket 1, khususnya ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar, kini menunjukkan perkembangan nyata dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Foto: Istimewa)
Progres penanganan preservasi Jalan Paket 1, khususnya ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar, kini menunjukkan perkembangan nyata dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Progres penanganan preservasi Jalan Paket 1, khususnya ruas Jalan Hertasning di Kota Makassar, kini menunjukkan perkembangan nyata dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ruas jalan dengan panjang 1,8 kilometer dan lebar 11 meter tersebut merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur jalan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pengerjaan Jalan Hertasning yang diresmikan pada 17 Desember 2025 lalu oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, terus berjalan secara bertahap. Aktivitas perbaikan terlihat di sejumlah titik, terutama pada bagian jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga : Minta Pemerintah Kendalikan Harga, Komisi B DPRD Sulsel Pastikan Stok Ayam Pedaging Masih Aman

Proyek infrastruktur ini menjadi perhatian masyarakat karena Jalan Hertasning merupakan salah satu jalur vital penghubung antara Kota Makassar menuju Kabupaten Gowa dengan lalu lintas padat setiap harinya.

Iksan, salah satu pengendara ojek online yang rutin melintasi Jalan Hertasning, mengaku sering mendengar keluhan masyarakat terkait kondisi jalan sebelum dilakukan penanganan.

“Banyak yang bertanya-tanya kapan pengaspalan, kenapa cuma ditambal-tambal pakai paving blok di lubang-lubang jalan. Sekarang sudah mulai kelihatan progresnya,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga : Dukung Komitmen Presiden RI Hapus Kemiskinan Ekstrem, Bupati Gowa: Searah Kebijakan Daerah

Sementara itu, Penanggung Jawab Proyek, Bima, menjelaskan metode pengerjaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Menurutnya, penutupan pada titik aspal rusak dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum masuk ke lapisan aspal terakhir atau lapis pondasi akhir.

“Aspal yang rusak kita tutup dulu, kita tambal sebagai pondasi, kemudian dilanjutkan ke tahap finishing,” jelasnya.

Bima mengungkapkan, pengerjaan juga memperhatikan rekayasa lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan. Untuk wilayah Hertasning hingga Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa, penanganan dilakukan dengan menutup separuh badan jalan terlebih dahulu.

Baca Juga : Golkar Luwu Utara Menyusul, Appi Kini Kunci 20 Dukungan DPD II Golkar se-Sulsel

“Setelah satu sisi selesai, baru dilanjutkan ke sisi berikutnya. Untuk ruas Hertasning, pengerjaan dimulai Desember dan diproyeksikan rampung pada bulan Juni atau pertengahan Juli ini,” ungkapnya.

Dukungan dan apresiasi juga datang dari warga sekitar. Nurul Quraini, salah seorang warga Jalan Hertasning, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemprov Sulsel terhadap perbaikan infrastruktur di wilayahnya.

“Terima kasih banyak untuk Pak Gubernur karena ada perbaikan jalan khususnya di daerah Hertasning apalagi untuk warga di sekitar sini,” tuturnya.

Baca Juga : Nasabah PNM Mekaar di Gowa Dibekali Literasi dan Digitalisasi Keuangan

Diketahui, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman telah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 melalui skema Multi Years Contract (MYC) yang dimulai dari Jalan Hertasning dengan nilai anggaran sekitar Rp430 miliar.

Program tersebut mencakup penanganan 13 ruas jalan yang tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan total panjang penanganan mencapai 300,24 kilometer. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646