REPUBLIKNEWS.CO.ID, BOGOR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, Kapolri, serta sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih. Turut hadir Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini diikuti sekitar 4.011 peserta yang terdiri atas pimpinan kementerian/lembaga, gubernur, bupati, walikota, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia.
Baca Juga : Perkuat Sinergi untuk Penanggulangan Bencana, Bupati dan Wabup Sidrap Audiensi ke BNPB
Kehadiran Ketua DPRD Sulsel tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan pembangunan nasional.
Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu mengatakan, Rakornas 2026 menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan program pembangunan di daerah, termasuk dalam menghadapi tantangan dan agenda prioritas ke depan.
“Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait,” ujar Sekretaris DPW Partai NasDem Sulsel itu, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga : Lewat Forum Perangkat Daerah, Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar setiap kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Menurutnya, DPRD Sulsel memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Melalui keikutsertaan dalam Rakornas 2026 ini, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Baca Juga : Di Rakornas 2026, Gubernur Andi Sudirman Tegaskan Kesiapan Sulsel Jalankan Program Prioritas Presiden
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menekankan sejumlah program strategis nasional, mulai dari swasembada pangan dan energi, penguatan ekonomi rakyat, hingga penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.
Rakornas 2026 ini mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dan menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah guna mengakselerasi pelaksanaan program prioritas nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kepala daerah harus memahami perannya sebagai pelayan rakyat dan tidak terjebak pada kepentingan politik sempit.
Baca Juga : DPW Perempuan Bangsa PKB Sulsel Perkuat Pemberdayaan dan Pengawalan Masalah Sosial
“Karena itu, keberadaan kita adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat,” tegas Presiden.
Ia secara khusus meminta pemerintah daerah mendukung penuh program swasembada pangan sebagai prioritas utama. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
“Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan. Swasembada pangan itu tidak ada alternatif,” ujar Prabowo.
Baca Juga : DPW Perempuan Bangsa PKB Sulsel Perkuat Pemberdayaan dan Pengawalan Masalah Sosial
Selain itu, Presiden juga meminta daerah mendorong swasembada energi, mempercepat hilirisasi industri, serta memperkuat koperasi desa.
Terkait lingkungan, Prabowo menyoroti serius persoalan sampah dan meminta pemerintah daerah bergerak cepat mengelolanya, seiring rencana pembangunan 34 proyek waste to energy oleh pemerintah pusat.
“Kita sekarang harus menyatakan perang terhadap sampah. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” kata Presiden.
Baca Juga : DPW Perempuan Bangsa PKB Sulsel Perkuat Pemberdayaan dan Pengawalan Masalah Sosial
Prabowo menegaskan, pemerintah daerah harus bekerja untuk seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang politik.
“Kalah menang itu biasa. Yang penting kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat,” tutupnya. (*)
