0%
logo header
Rabu, 11 Desember 2019 14:29

Perusahaan Eksportir Udang Edukasi Petani Tambak Peduli Lingkungan

General Manager PT Boma, Rirhy Jumeri.
General Manager PT Boma, Rirhy Jumeri.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT Bomar, selaku perusahaan ekspor tidak hanya berorientasi bisnis saja dalam menjalankan usahanya. Perusahaan yang bergerak dalam eksportir udang ini juga melakukan edukasi untuk peduli lingkungan kepada para petambak udang yang ada di Sulsel.

General Manager PT Boma, Rirhy Jumeri, mengatakan langkah ini bukan sekedar untuk menjaga ekosistem lingkungan,tapi juga agar produksi bisa optimal.

“Kita mengedukasi, mendampingi, dan mengajak petambak memelihara lingkungan di sekitarnya agar bisa berproduksi secara optimal. karena pencemaran pada lingkungan berdampak pada produksi juga,” ujarnya, saat ditemui di Makassar, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

Dalam upaya memelihara lingkungan itu, pihaknya bekerja sama dengan organisasi nonprofit dunia yang bergerak dibidang lingkungan, yakni WWF dan lembaga lingkungan nasional, Walhi.

Dia menegaskan bahwa selama ini, produksi tambak selalu dikaitkan dengan pakan dan bibit. padahal faktor lingkungan juga memiliki peranan yang penting dalam peningkatan produksi, terutama dengan menjaga kelestarian dan penghijauan di sekitar wilayah tambak yang harus terjaga.

Selain itu pencegahan pencemaran lingkungan, termasuk tidak BAB di semberang tempat terutama di wilayah tambak.

Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL

Sebagai bukti dalam kepedulian lingkungan  pihaknya mencanangkan penanaman 60 ribu bibit pohon mangrove di sepanjang pesisir Kabupaten Maros (Sulsel) hingga Majene (Sulawesi Barat).

“Ditargetkan awal 2020 semua bibit pohon mangrove itu ditanam dengan melibatkan LSM, pemda, dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sedang terkait dengan produksi  udang,PT Bomar hingga saat ini masih kekurangan pasokan udang jenis Vannamei untuk memenuhi permintaan pasar ekspor ke Jepang, Amerika, dan Eropa.

Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun

“Kami akui, selama ini susah dapat udang. Kami kewalahan untuk menyiapkan 30 hingga 50 ton udang olahan per hari,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa negara tujuan ekspor menuntut kepastian asal-usul komoditi dan keramahan lingkungan di wilayah pengembangan komoditi tersebut. (Nur. Ahmad)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646