0%
logo header
Kamis, 23 Desember 2021 20:41

PLN Cepat Tanggap Pulihkan Tower Interkoneksi yang Terendam Aliran Sungai

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
PLN Cepat Tanggap Pulihkan Tower Interkoneksi yang Terendam Aliran Sungai

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Setelah terendamnya sejumlah tapak tower interkoneksi yang ada di antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan, secara cepat tanggap melakukan perbaikan dan pemulihan.

Karena aliran sungai Budong Budong ini mempengaruhi fungsi Tip 388 dan 389 di Desa Benggaulu Kecamatan Karosa dan Tip 273 di Desa Tabolang Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Manager Bagian Teknik Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan Adrian Djamaludin mengatakan, adanya kondisi tersebut pihaknya berhasil melaksanakan pemulihan sistem kelistrikan interkoneksi melalui pekerjaan perbaikan jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Topoyo – Pasangkayu.

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

“Sebelum tergerus oleh aliran sungai Budong Budong jarak tower ke bibir sungai sangat jauh tetapi karena erosi yang cukup besar mengakibatkan fondasi tower menjadi terendam oleh aliran sungai,” katanya, Kamis (23/12/2021).

Menurutnya, dampak terendamnya tower tersebut tentunya sangat berbahaya. Sehingga perlu adanya perbaikan pada Tip 338, 389 dan Tip 273.

“Meski yang terendam aliran sungai itu sebanyak tiga tower tetapi yang perlu di perbaiki sebanyak empat tapak tower dengan panjang lintasan jaringan mencapai 2,1km,” sebutnya.

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

Adrian mengungkapkan, empat tower yang perlu diperbaiki karena perlunya penyesuaian antara tower sebelum dan sesudah tapak tower yang terendam aliran sungai. Dari empat tower tersebut terdapat beberapa tower yang mengalami pergeseran lokasi, perubahan tipe dan ketinggian tower seperti pada tower TIP 389 yang mulanya AA+12 menjadi BB+15.

“Tipe tower menunjukkan kemiringan sudut antara tower di belakang dan depannya, total pengerjaan ini memerlukan waktu selama lima bulan, karena kami perlu melaksanakan survey ulang menentukan lokasi dan jalur terbaik,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Manager UPP Sulsel Rahmat Nichol Fauzen. Ia menerangkan, adanya pergeseran dan perubahan jalur membuat pihaknya melaksanakan kembali survey jalur, inventarisasi jalur, pembayaran kompensasi dan pengadaan lahan baru.

Baca Juga : OJK Serahkan Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Saham PT Swat

“Alhamdulillah kami tidak mengalami kendala sosial untuk pekerjaannya, masyarakat di sana kooperatif dan mau bekerja sama. Tantangan yang kami hadapi adalah curah hujan yang sangat tinggi dan pekerjaan harus cepat selesai, tidak boleh menyebabkan pemadaman dalam waktu lama. Berkat kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder pada 21 Desember 2021 lalu jalur interkoneksi Sulbar – Sulteng ini pun dapat beroperasi nomal.

“Pekerjaan interkoneksi Sulbar dan Sulteng ini telah rampung sejak awal Oktober 2020 lalu, dengan total 534 tower yang melintas lebih dari 370,16 Meter Sirkuit (KMS) dari Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah hingga Pasangkayu,” tutupnya. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646