0%
logo header
Jumat, 24 Desember 2021 22:44

PLN Sulawesi Hentikan Kelistrikan Tenaga Diesel Lewat Optimalisasi EBT

Petugas PLN UPP Sulawesi Tenggara saat melakukan pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. PIK tersebut mulai beroperasi, 21 Desember 2021 lalu sekitar pukul 21.15 Wita. (Istimewa)
Petugas PLN UPP Sulawesi Tenggara saat melakukan pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. PIK tersebut mulai beroperasi, 21 Desember 2021 lalu sekitar pukul 21.15 Wita. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus melakukan optimalisasi kelistrikan dengan memanfaatkan sumber energi baru terbarukan (EBT).

Salah satunya melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara yang berhasil melaksanakan energize atau pemberian tegangan pertama untuk dua Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK). Masing-masing pada pekerjaan pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Kasipute 30 MVA dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Andoolo – Kasipute di Kecamatan Konawe Selatan dan Kecamatan Bombana, Sulawesi Tenggara.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Sulawesi Defiar Anis mengatakan, kedua pekerjaan ini berhasil energize pada 21 Desember 2021 lalu sekitar pukul 21.50 waktu setempat, dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai 72 persen.

Baca Juga : Bupati Sidrap Tinjau Sentra Perikanan di Talumae, Sekali Panen Bisa Capai 20 Ton

“Tingkat kompenen ini melebihi nilai standar yang tetapkan oleh Menteri Perindustrian,” katanya, Jumat (24/12/2021).

Anis menambahkan, untuk SUTT 150 kV Andoolo – Kasipute memiliki lintasan sepanjang 122,7 kilometer sirkuit (KMS) dengan jumlah tower sebanyak 184 Tip dan GI 150 kV.

Ia menjelaskan, Kasipute ini merupakan salah satu daerah yang masuk dalam program transformasi PLN yang masuk kedalam pilar green dengan mendukung percepatan program Net Zero Emission milik pemerintah di 2060 mendatang. Hal ini didorong sebagai upaya pemberhentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 7000 kVA di Kabupaten Bombana.

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

“Kita ingin hentikan PLTD disana dan solusinya adalah menggantikannya dengan energi ramah lingkungan seperti PLTA Poso yang memiliki total daya 515 MW, PLTA Malea yang yang memiliki daya mampu 2×45 MW dan lain sebagainya,” jelas Anis.

Anis mengaku, sebelumnya beberapa kecamatan terpencil di Kabupaten Bombana masih mengunakan PLTD Ladumpi sebagai sumber pembangkit listrik. Sehingga dengan adanya kedua PIK ini maka daerah tersebut telah tersambung kedalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan.

“Ini tentunya akan mendukung keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Bombana yang akan lebih handal dari sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL

Ia berharap, dengan meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Kecamatan Bombana dapat mendorong investasi di Sulawesi Tenggara. Utamanya dalam rangka mendukung keandalan kelistrikan di wilayah tersebut.

Penulis : Rhy
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646