0%
logo header
Rabu, 13 April 2022 13:38

PLTU Sulsel Barru-2 Siap Beroperasi Dengan Kapasitas 100 MW

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Sebelum mengoperasikan secara resmi, PLN melakukan sinkronisasi perdana PLTU Sulsel Barru-2 pada 11 April 2022 lalu. (Ist)
Sebelum mengoperasikan secara resmi, PLN melakukan sinkronisasi perdana PLTU Sulsel Barru-2 pada 11 April 2022 lalu. (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Komitmen PT PLN (Persero) dalam meningkatkan pasokan dan keandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan dilihat dengan rencana pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulsel Barru-2 berkapasitas 100 megawatt (MW).

Sebelum dioperasikan, secara resmi terlebih dahulu dilakukan sinkronisasi perdana dengan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada 11 April 2022 lalu.

PLTU Sulsel Barru-2 ini berlokasi di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar

“PLTU baru ini merupakan salah satu Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030,” kata Manager Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan Rahmat Nichol Fauzen dalam keterangannya, Rabu (13/04/2022).

Selain itu, hal ini merupakan bentuk komitmen PT PLN dalam meningkatkan keandalan suplai listrik dan pelayanan kepada pelanggan sehingga dapat mendorong investasi di Sulawesi khususnya di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat yang terkoneksi ke dalam Sistem Kelistrikan Sulbagsel.

Nichol menjelaskan, sinkronisasi perdana ini merupakan salah satu milestone dari pembangunan PLTU setelah melalui serangkaian tahapan pengujian atau komisioning.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Libatkan Mitra, Perkuat Penerapan K3 untuk Pegawai

Sebelum pelaksanaan sinkronisasi tersebut, PLTU Sulsel Barru-2 telah mengantongi Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi sebagai lembaga yang menjalankan kegiatan sertifikasi di bidang ketenagalistrikan dan telah terakreditasi.

Selanjutnya, Tahapan yang akan dilewati setelah sinkronisasi perdana yaitu, Load Up (Excitation System), Combustion Tuning, Runback, Load Swing, Shutdown – Start up Test, Load Rejection, Reliability Run, dan Performance Test.

Setelah semua tahapan pengujian pembangkit sudah berhasil dilalui maka pembangkit dapat beroperasi secara komersial (COD) yang ditargetkan pada pertengahan 2022 ini.

Baca Juga : Garuda Indonesia Hadirkan 19 Travel Agent di GUTF Makassar, Tawarkan Paket Umrah dan Haji Plus Spesial

“PLN senantiasa mendukung transisi energi, hal ini dibuktikan dengan penggunaan teknologi pada PLTU yang terus berkembang dan ramah lingkungan di mana sudah dipersiapkan untuk implementasi Co-Firing,” tegasnya.

Lanjutnya, PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik sehubungan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi setelah pandemi.

Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan listrik akibat pertumbuhan industri smelter di wilayah Sulawesi mengingat kebutuhan listrik untuk fasilitas smelter di Sulawesi diprediksi akan mencapai lebih dari 6.000 marker value added (MVA).

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646