REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menjalankan program pelatihan untuk pemuda dengan fokus pada tiga bidang utama, yaitu kepemimpinan, organisasi kepemudaan, dan kecakapan hidup.
Program ini dirancang untuk memperlengkapi generasi muda Kaltim dengan keterampilan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari serta dunia kerja. Program tersebut diharapkan dapat membekali pemuda dengan kemampuan yang relevan dan meningkatkan daya saing mereka di masa depan.
Kepala Analisis Kebijakan Dispora Kaltim, Agung, menyampaikan bahwa untuk pelatihan kepemimpinan, Dispora menargetkan 100 peserta yang akan dilatih mengenai cara-cara efektif dalam memimpin serta mengelola sebuah organisasi.
Baca Juga : INDEX Samarinda 2025 Kembali Digelar, Puluhan Brand Ternama Ramaikan Pameran
Selain itu, pelatihan kecakapan hidup diadakan dalam lima kelas terpisah, dengan masing-masing kelas berjumlah 45 peserta. Pelatihan kecakapan hidup ini mencakup berbagai bidang keterampilan praktis, seperti desain grafis, tata busana, tata rias kecantikan, barbershop, pembuatan mebel kayu, pengolahan ikan, tataboga, dan fotografi, yang dirancang untuk membantu pemuda menambah keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja atau dalam usaha mandiri.
Meskipun pelatihan hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 4 hingga 5 hari, Agung menekankan bahwa program ini lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Salah satu tujuan utama adalah untuk memotivasi peserta agar tetap semangat dan percaya diri, meskipun belum mencapai tingkat keahlian yang tinggi.
“Kami memberikan keyakinan kepada mereka bahwa meski baru belajar, mereka sudah siap untuk terjun ke pasar, seperti yang telah dilakukan beberapa peserta yang kini mulai menghasilkan produk sendiri,” ungkap Agung, Senin (11/11/2024).
Baca Juga : Wali Kota Cup 2025 Bangkitkan Gairah Basket Samarinda, Fokus Ciptakan Talenta Muda
Ia menjelaskan, meskipun peserta mungkin belum menjadi ahli dalam waktu singkat, mereka diajarkan untuk berani terjun langsung ke dunia usaha dan mempraktekkan keterampilan yang telah dipelajari.
Bahkan, beberapa peserta bahkan telah mulai memproduksi produk sendiri, seperti hasil pengolahan perikanan, sebagai bukti bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan pasar meskipun masih dalam tahap awal pembelajaran.
