REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Balqis Afifa Irwandi, peserta asal Malaysia di program Hafal Quran Sebulan Karantina Tahfidz Nasional (KTN) Darul Istiqamah baru saja menghatamkan hafalan Qur’annya dalam 29 hari.
Ia merupakan putri Prof. Dr. Irwandi Jaswir seorang Ilmuwan asal Indonesia yang pernah dianugrahi penghargaan bergengsi di dunia Arab dan Islam penghargaan King Faisal International Prize 2018′.
Profesor Irwandi, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 48 tahun yang lalu atau yang lebih dikenal dengan “Profesor Halal”.
Baca Juga : 16 Pelanggan Setia IM3 di Indonesia Terima Hadiah Loyalitas, Ada Mobil, Motor dan Smartphone
Ia adalah ilmuwan yang dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan Halal Science, dimana berkat penemuannya akan mempermudah ummat Islam dalam mendeteksi unsur haram pada makanan atau produk-produk seperti obat dan kosmetik.
Saat ini bersama keluarga bermukim di Negeri Jiran, Malaysia.
“Alhamdulillah saat liburan musim panas sekolah putra-putrinya Profesor Irwandi memilih untuk memasukkan tiga putra-putrinya untuk menghafal Al-Qur’an di KTN Darul Istiqamah,” kata Pembina KTN Darul Istiqamah, Azizul Mansyur Semma, Selasa (16/07/2019).
Baca Juga : Dukung Komitmen Presiden RI Hapus Kemiskinan Ekstrem, Bupati Gowa: Searah Kebijakan Daerah
Balqis, menyelesaikan hafalaanya pada hari Sabtu, 13 Juli lalu.
Balqis sendiri mengetahui program ini lewat ayahnya. Karena kerabatnya berada di Karantina Tahfidz Nasional Darul Istiqamah yang berada di KTN Darul Istiqamah di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Awal mulanya, Balqis yang saat itu sedang menikmati liburan sekolah, tiba-tiba diajak orang tua untuk mengikuti program tersebut.
Baca Juga : Nasabah PNM Mekaar di Gowa Dibekali Literasi dan Digitalisasi Keuangan
“Bersama dua orang adiknya. Kemudian sang ayah mendaftarkan ketiga anaknya untuk mengikuti program Hafal Qur’an Sebulan ini,” sebut Azizul.
Dengan konsep yang dihadirkan, Balqis dapat merasakan langsung bagaimana rasa dan suasana tinggal di pondokan, ini adalah pengalaman pertama, karena selama ini tinggal dengan orang tuanya.
Awalnya, Ia enggan hidup berasrama, selain jauh dari orang tua, juga harus mengikuti segala peraturan. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan Ia tidak ingin mengikuti program ini, apalagi program ini berlangsung di Makassar, Indonesia. Yang bisa dikatakan ini adalah kali pertama Balqis menginjakkan kaki di Indonesia.
Baca Juga : Warga Gowa Diminta Waspadai Curah Hujan Tinggi
Balqis sendiri merasa sangat mustahil bisa menyelesaikan hafalan 30 Juz selama sebulan.
“Memorize Qur’an in one month is impossibble (menghafal Quran dalam satu bulan itu mustahil),” tuturnya.
Lanjutnya, pada juz awal Ia masih mampu menyetorkan banyak lembar hafalan. Akan tetapi, pada saat tiba di Juz delapan Ia mulai kewalahan dan hanya sedikit yang disetorkan. Ia belum bisa untuk menghafal 20 Halaman hafalan dalam sehari.
Baca Juga : Warga Gowa Diminta Waspadai Curah Hujan Tinggi
“So, first day. I give ninety pages (pada hari pertama saya memberikan 90 lembar hafalan),” ujarnya.
Tapi Ia tentu saja tidak berputus asa, sebab Ia telah mengorbankan jatah liburannya. Itu berarti ia harus bisa menyelesaikan hafalan, dan tidak menyiakan kesempatan.
Ada yang menarik dalam cara Balqis berusaha untuk menghafal, tidak bercerita dengan teman yang lain dan berusaha untuk tidak masuk kamar sampai ia sudah banyak menyetorkan hafalan.
Baca Juga : Warga Gowa Diminta Waspadai Curah Hujan Tinggi
Dan Alhamdulillah, berkat doa tulus dari orang tua tercinta. Balqis bisa menyelesaikan hafalan 30 Juz. (Latif)
