REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Suasana pemakaman Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid-19 di Macanda, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya tak ada satupun peziarah yang ada di pemakaman khusus pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 itu, kini terlihat ramai.
Hal ini setelah dikeluarkannya aturan dari
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Tentang Pembukaan Ziarah Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa.
Surat Edaran pertanggal 12 Maret 2021 tersebut ditandatangani langsung Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Sulawesi Selatan yang juga Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Suaib Alam, warga Tamamaung, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar ini pun memboyong istri, orang tua hingga anaknya untuk berziarah ke TPK Macanda. Di mana di makam tersebut mertuanya dimakamkan karena menjadi korban Covid-19.
“Di dalam ada mertua saya. Sudah 3-4 kali kesini. Dan kita tidak pernah dikasih masuk,” kata Suaib, Minggu (21/03/2021).
Sementara, meski dalam surat edaran tersebut telah memperbolehkan melakukan melakukan ziarah. Dirinya mengaku masih belum bisa melakukan ziarah.
“Kita kesini karena ada kita dengar kalau sudah bisa masuk. Itu pun dibatasi 5 orang baru bisa masuk jdi itu kita kesini. Tapi kira belum bisa masuk, disini bilang tadi baru mau dirapatkan,” terangnya.
Ia pun berharap aturan tersebut dapat segara diberlakukan, dengan begitu harapannya untuk bertemu dengan mertua pun dapat terlaksana. Sementara, terkait isu adanya pungutan liar di pemakaman Covid-19, dirinya mengaku tidak pernah mengalami hal tersebut, sebab biasanya dirinya hanya menitipkan bunga untuk di tabur kepada petugas Posko Covid-19.
“Berapa kali maki kesini semenjak meninggal orang tua tidak pernah dibilang kaya mau membayar bagaimana, tetap minta izin saja. Karena tidak pernah di kasih masuk izin jadi kita titip bunga sama penjaga nanti dia yang kasih bunga dan di fotokan,” ujarnya.
Diketahui, mertua dari Suaib ini meninggal pada Mei 2020 lalu usai menjalani perawatan intensif setelah terkonfirmasi positif Covid-19. (Rhany)
