REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA — Banyak masyakarat awam mengira, narapidana yang sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) tidak melakukan kegiatan apa-apa. Sebenarnya di dalam mereka tidak hanya menebus kesalahannya di masa lalu, melainkan di tangan para petugas Lapas mereka di beri kesempatan menempa skil atau kemampuan untuk bekal ketika kembali Ke masyakarat.
Banyak kegiatan dilakukan narapidana selama berada di Lapas, contohnya seperti membuat kerajinan tangan, pelatihan otomotif, melakukan pembudidaya ikan, serta membuat olahan pangan dan kegiatan-kegiatan yang lain.
Salah satu olahan tangan karya narapidana yakni Roti Kayna yang bekerja sama dengan Pabrik milik PT. AVA selaku pihak ke-tiga. Disitu narapidana Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda mampu mengolah Roti Kayna dengan omset jutaan rupiah per-bulannya.
Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Hidayat saat ditemui RepublikNews.co.id menjelaskan kegiatan yang dilakukan warga binaannya telah berlangsung dalam dua tahun belakangan ini.
“Kegiatan pembuatan roti ini sudah kita lakukan selama dua tahun. Tujuannya, bukan hanya memberikan ilmu dalam membuat roti, warga binaan-pun juga mendapat upah bagi hasil dari penjualan tersebut,” ucap Hidayat saat ditemui, Selasa (26/7/2022).
Hidayat menerangkan, ada 10 warga binaannya yang ikut serta dalam memproduksi Roti Kayan yang dilakukan setiap hari.
Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Penjaringan Bakal Calon Dimatangkan
“Pembuatan ini dilakukan setiap hari oleh para warga binaan pemasyarakatan sesuai dengan pesanan para costumer, baik melalui online maupun secara langsung melewati pihak koperasi PT. AVA,” jelasnya.
Menurut Hidayat, hal ini dilakukan pihaknya untuk menjaga kestabilan pribadi warga binaan selama menjalani massa tahanan di dalam.
“Kegiatan Pembuatan roti ini juga dapat menjadi kegiatan positif bagi para Warga Binaan, agar tidak stress dalam menjalani masa pidananya, dan juga untuk pengembangan diri mereka agar ketika mereka keluar, mereka dapat ilmu yang dapat mereka gunakan untuk membuka usaha diluar,” ujar Hidayat.
Baca Juga : Sulawesi Cup Race Sukses Digelar di Sidrap, Putaran Uang di UMKM Capai Miliaran Rupiah
Kedepan, Lapas Narkotika tak hanya ingin melakukan pelatihan pembuatan roti, melainkan olahan-olahan lainnya yang di sukai oleh masyarakat.
“Kita tidak berhenti sampai disini, untuk kedepan-nya pasti akan ada lagi kegiatan pelatihan-pelatihan lainnya yang nantinya melibatkan warga binaan-nya,” pungkasnya.(*)
