0%
logo header
Jumat, 28 Januari 2022 00:33

Satu Orang Warga Gowa Jadi Korban Kerusuhan di Sorong Papua

Nur Kalsum alias Clara Warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan salah satu korban meninggal dunia saat kerusuhan di Sorong Papua.
Nur Kalsum alias Clara Warga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan salah satu korban meninggal dunia saat kerusuhan di Sorong Papua.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Satu orang warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban akibat kerusuhan yang terjadi di Sorong Papua pada Selasa, 25 Januari 2022 lalu.

Korban diketahui bernama Nur Kalsum alias Clara (31) tahun warga Alla’tappampang Jalan Baso Dg Ngawing Kelurahan Mangngalli, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

Nursyamsil Dg Bali, Kakak korban mengakui, jika satu dari belasan korban jiwa akibat kerusuhan yang terjadi di Sorong Papua adalah adiknya.

Baca Juga : Tiba di Gowa, Jenazah Nur Kalsum Korban Kerusuhan Sorong Papua Dimakamkan Dekat Almarhumah Ibunya

“Iya benar, dari belasan korban yang terdata, ada nama adik kami bernama Nur Kalsum alias Clara,” tutur Nursyamsi Bali, saat disambagi di kediamannya, Kamis (27/01/2022).

Lanjutnya, untuk mengambil jenazah adiknya, Saudara saya yang kedua sudah beranfkat ke Sorong Papua, pqda Kamis (27/01/2022) dinihari tadi.

“Adik kedua saya, sementara di Sorong mengurus jenazah adik kami Nur Kalsum untuk segera dibawa pulang ke Gowa untuk dimakamkan,” tuturnya.

Baca Juga : Tiba di Gowa, Jenazah Nur Kalsum Korban Kerusuhan Sorong Papua Dimakamkan Dekat Almarhumah Ibunya

“Sesuai informasi adik kami yang baru tiba di Sorong Papua, kata Nursyamsi, pihak kepolisian mengambil sampel DNA adiknya untuk dicocoknya dengan DNA korban Nur Kalsum.

“Pihak kepolisian mengambil sampel DNA adik saya untuk dicocoknya dengan DNA adik bungsu saya Nur Kalsum yang jadi korban,” ucapnya.

Jika sore ini hasilnya sudah ada, dan cocok, maka Jumat subuh jenazah akan diterbangkan ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Baca Juga : Tiba di Gowa, Jenazah Nur Kalsum Korban Kerusuhan Sorong Papua Dimakamkan Dekat Almarhumah Ibunya

“Namun jika belum cocok DNA adik saya yang kedua dengan korban adik bungsu kami, maka pihak kepolisian akan berkordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan untuk meminta agar Biddokkes Polda Sulsel mengambil sampel DNA orang tua kami,” tuturnya.

Penulis : Wawan Setiawan
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646