0%
logo header
Minggu, 24 Juli 2022 12:12

Save the Children Sebut Krisis Iklim Pengaruhi Kesejahteraan dan Kesehatan Anak

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ilustraai Pemenuhan Hak-Hak Anak. (Istimewa)
Ilustraai Pemenuhan Hak-Hak Anak. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.ID, MAKASSAR — Perubahan atau krisis iklim yang terjadi sekarang ini rupanya memberikan dampak serius bagi pemenuhan hak-hak anak.

Hal ini diungkapkan Chief of Advocacy, Campaign, Communication & Media Save the Children Troy Pantouw di sela-sela Diskusi Media Hari Anak & Dampak Krisis Iklim: Refleksi Pemenuhan Hak yang Mendorong Resiliensi Anak dan Keluarga secara virtual.

Menurutnya, pelaksanaan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar setiap tahunnya bukan hanya menjadi momentum perayaan hak-hak anak, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk refleksi dan evaluasi tentang capaian dan tantangan upaya pemenuhan hak anak di Indonesia. Apalagi saat ini perlu membangun ketahanan anak, terutama yang paling terdampak krisis iklim.

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

“Krisis iklim juga merupakan krisis pada hak-hak anak. Anak-anak menanggung beban berat dari dampak krisis iklim,” katanya dalam diskusi tersebut, kemarin.

Krisis iklim juga dinilai mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anak dalam berbagai bentuk. Di bidang kesehatan, data Kementerian Kesehatan terkait Data & Informasi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Kesehatan 2021 menjelaskan bahwa penyakit yang berkaitan dengan salah satu perubahan iklim yaitu, diare, pneumonia, infeksi saluran pernafasan akut, serta beberapa masalah gizi seperti stunting dan underweight.

“Untuk itu penting agar upaya pemenuhan hak anak juga menyasar pada membangun ketahanan. Dimulai dari peningkatan kesadaran tentang aksi adaptasi krisis iklim, mendukung ekonomi keluarga, memastikan layanan dasar kesehatan pada anak terpenuhi, mendapat perlindungan sosial, serta hak pendidikan anak,” jelasnya.

Baca Juga : Musda Kosgoro 1957 Sulsel Tunda Pemilihan Ketua, Penjaringan Bakal Calon Dimatangkan

Sementara, Child Campaigner – Save the Children Indonesia Kahfi mengaku, kemampuan anak dan keluarga untuk beradaptasi dengan dampak krisis iklim juga terbatas. Salah satu alasannya karena pengetahuan, serta minimnya informasi dan pendampingan dari berbagai pihak.

Sehingga kedepannya penting untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas adaptasi anak dan keluarga serta memenuhi kebutuhan paling utama pada keluarga yang paling terdampak.

“Harapan kami, pemerintah dapat membuka ruang dialog bersama anak agar upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat membuahkan keadilan iklim yang ramah anak. Anak perlu dilibatkan dalam ruang-ruang diskusi dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan agar terwujud kebijakan yang ramah anak dan berpihak pada anak,” tegasnya.

Baca Juga : Sulawesi Cup Race Sukses Digelar di Sidrap, Putaran Uang di UMKM Capai Miliaran Rupiah

Sekadar diketahui, pada peringatan Hari Anak 2022 ini, Save the Children Indonesia mendorong pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang berfokus pada membangun ketahanan atau resiliensi anak dan keluarga, terutama mereka yang paling terdampak situasi buruk krisis iklim dan pandemi Covid-19.

Langkah ini dilakukan secara strategis dengan menyelenggarakan Pekan Berpihak Pada Anak yang dilaksanakan mulai 22 hingga 28 Juli 2022 mendatang. Rangkaian acara ini bertujuan menyuarakan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan oleh Save the Children Indonesia bersama berbagai mitra, anak, dan orang muda. (*)

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646