0%
logo header
Minggu, 31 Mei 2020 20:57

Soal Plt Ketua, Rudal Diminta Banyak Belajar Aturan Partai

Ketua Korbid Golkar Sulsel, Syamsul Alam Mallarangen.
Ketua Korbid Golkar Sulsel, Syamsul Alam Mallarangen.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Tudingan mantan bendahara Golkar Sulsel Rusdin Abdullah terkait dinamika pergantian Ketua DPD II Golkar Kota Makassar di sejumlah daerah mendapat respon dari Wakil Ketua Korbid Golkar Sulsel Syamsul Alam Mallarangen.

Menurut Syamsul, pergantian atau reposisi pengurus dalam struktur partai sudah biasa terjadi dan setiap saat bisa dilakukan.

Tentunya, sesuai mekanisme dan aturan partai. Untuk itu, pergantian Plt ketua Golkar di beberapa daerah sesuai sesuai prosedur dan keputusan tersebut dipandang yang terbaik.

Baca Juga : Rukita Ekspansi ke Indonesia Timur, Resmikan Hunian Coliving Modern di Makassar

“Jadi pergantian ketua itu tidak ada yang dikorbankan apalagi disingkirkan atau dibumi hanguskan. Semua mantan Plt akan dikembalikan ke posisi tugas dan pokok masing-masing,” kata Syamsul Alam, Minggu (31/05/2020).

Adapun menyangkut pengganti ketua-ketua DPD II yang dianggap Rusdin Abdullah tidak berkualitas karena caleg gagal, kata Syamsul Alam, hal itu tidak bisa dijadikan sebagai ukuran atau dasar karena konteksnya berbeda.

Untuk itu Rudal, suami anggota DPRD Sulsel dari Partai Golkar, Debbie Purnama Rusdin agar lebih banyak belajar mendalami aturan  kepartainya, khususnya partai Golkar sebelum berkomentar.

Baca Juga : OJK Kini Libatkan LPS Lakukan Survei Literasi dan Inklusi Keuangan

Hal itu bertujuan agar Rudal dalam mengomentari dinamika kepartaian memiliki data dan informasi akurat. Tidak asal berpendapat.

Tak hanya itu, ini juga sebagai bahan pelajaran bagi Rudal agar tidak mendikotomi caleg yang terpilih maupun tidak dalam memimpin partai.

“Terpilih sebagai legislator ataupun tidak itu bukan menjadi ukuran dari kualitas seorang kader golkar, karena belum tentu juga terpilih kemudian berkualitas,” sindirnya.

Baca Juga : Perkuat Penguatan Struktur, Husniah Talenrang Massifkan Konsolidasi PAN di Daerah

Adapun mengenai tudingan bahwa rotasi Plt, karena kepentingan musda golkar Sulsel, kata  Syamsul Alam hal itu sama dekali tidak ada hubungannya.

Apalagi sampai saat ini belum ada jadwal pelaksanaan musda atas instruksi DPP sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Jadi jangan memberikan persepsi sendiri apalagi berwacana di media karena hanya menimbulkan kekeliruan yang tidak sesuai proses organisasi,” urainya.

Baca Juga : Bupati Gowa Harap Pemkab Takalar Terus Bawa Semangat Pembangunan

Olehnya itu, bekas bendahara Golkar Sulsel diingatkan agar tidak asal beropini di media yang dapat merugikan partai Golkar. Harus dengan data yang akurat, mengingat Rudal bukan lagi pengurus.

“Jadi baiknnya Rudal banyak mempelajari atutan di partai Golkar terkhusus memgenai surat instruksi DPP perihal Plt karena itu tidak diatur,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Ketua Golkar Sulsel, Nurdin Halid menegaskan tidak pernah meminta ketua DPD II mendukung adiknya Kadir Halid sebagai kandidat Ketua Golkar Sulsel kedepannya.

Baca Juga : Bupati Gowa Harap Pemkab Takalar Terus Bawa Semangat Pembangunan

Menurut dia, pergantian 5 Plt ketua DPD II adalah murni keputusan Golkar Sulsel dengan pertimbangan yang berbeda.

“Bilang itu pernyataan bohong besar karena saya tidak pernah mendorong adik saya maju,” ujar Nurdin.

Diketahui, DPD I Golkar Sulsel merotasi plt ketua DPD II di lima kabupaten/kota di Sulsel. Para ketua DPD II yang dicopot ialah Fahruddin Rangga di Kabupaten Takalar, Iskandar Zulkarnain Latif (Icul) di Sinjai, Hoist Bachtiar di Gowa. Bahkan beredar kabar Armin Mustamin Toputiri juga dicopot dari Plt Ketua DPD II Kota Palopo. (Thamzil)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646