0%
logo header
Kamis, 15 September 2022 19:11

SPIDI Resmikan Boutique School, Siapkan Kelas Digital dan Bahasa Berbagai Negara

Rizal
Editor : Rizal
Salah satu tamu SPIDI saat menikmati fasilitas kelas bahasa yang merupakan salah satu dari 12 kelas di Boutique School yang diresmikan pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Chaerani)
Salah satu tamu SPIDI saat menikmati fasilitas kelas bahasa yang merupakan salah satu dari 12 kelas di Boutique School yang diresmikan pada Kamis (15/9/2022). (Foto: Chaerani)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAROS – Sekolah Perempuan Islam Darul Istiqomah (SPIDI) terus melakukan perbaikan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan bagi peserta didiknya. Salah satunya dengan meresmikan Boutique School sebagai sistem pembelajaran baru.

“Boutique Class ini adalah bagian inovasi pendidikan yang kami siapkan atau bisa dikatakan sebagai sistem infrastruktur pendidikan untuk pengembangan proses pembelajaran peserta didik kami,” kata Ketua Dewan Pembina SPIDI, Muzayyin Arif saat menyampaikan beberapa program inovasi SPIDI, Kamis (15/9/2022).

Tujuannya, kata Muzayyin adalah untuk mewujudkan SPIDI yang bukan hanya menjadi sekolah Islam yang berfokus pada pendidikan Alquran, tarbiyah dan akhlak. Tetapi juga pada pendidikan bahasa dan akademik lainnya dengan mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga : Golkar Luwu Utara Menyusul, Appi Kini Kunci 20 Dukungan DPD II Golkar se-Sulsel

Boutique Class ini didesain seperti rumah-rumah kayu agar menjadi ruang belajar yang nyaman. Di mana ada 12 kelas pendidikan yang disiapkan dan setiap kelasnya memiliki satu tema pendidikan. Diantaranya, kelas digital atau multimedia, kemudian kelas bahasa yang terdiri dari Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jepang dan kelas sains.

Termasuk kelas untuk peningkatan pendidikan keislaman peserta didik. Seperti, kelas khusus tarbiyah, khusus Tahfidzul Qur’an, Ulumul Quran, dan lainnya.

“Mulai hari kita sudah gunakan. Jadi untuk pembelajaran tertentu mereka belajar di kelas ini, dan setiap kelasnya itu sudah disiapkan pendukungnya. Jadi memang kita desian sistem pembelajaran yang nyaman bagi guru dan siswa,” katanya.

Baca Juga : Nasabah PNM Mekaar di Gowa Dibekali Literasi dan Digitalisasi Keuangan

Sebelumnya, sebagai kesiapan SPIDI menuju sistem pembelajaran berbasis teknologi digital. Google Internasional memilih SPIDI sebagai salah satu sekolah berbasis digital dari tiga sekolah di Indonesia. Apresiasi ini pun diberikan dengan menobatkan SPIDI sebagai Google Reference School.

Google Reference School ini adalah sistem pembelajaran berbasis digital berstandar Google. Di mana mengajak siswa-siswi untuk melakukan pembelajaran berbasis digital.

Penggunaan situs Google dalam proses pembelajaran tentunya dengan mempertimbangkan banyak hal. Termasuk melihat banyak manfaatnya. Pertama, dari sisi budgeting yang dinilai sesuai kemampuan sekolah. Kedua, dinilai mudah untuk digunakan siswa-siswi. Dan ketiga, banyaknya manfaat yang bisa didapatkan.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

“Dalam proses pembelajarannya kami menggunakan perangkat Chromebook. Dimana di desian sesuai kebutuhan jam kerja dan jam belajar siswa, kemudian pembatas pada fitur website, dan itu sangat membantu,” terang Direktur Pendidikan SPIDI, Riza Sativani Hayati.

Kemudian, pada proses pembelajaran e-learning dimana semua hal mampu didukung dengan Chromebook, termasuk pengembangan guru-guru dalam mengajar dikelas berbasis IT.

“Bagaimana fitur-fitur yang ada di Google ini bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Termasuk komunikasi antara orangtua dan siswa dengan memanfaatkan fitur Google Meet,” ujarnya.

Baca Juga : Target Rampung April 2026, Perbaikan Jalan Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang Terus Dikebut

Melalui penghargaan ini, bukan hanya prestasi yang didapatkan. Tetapi tentunya SPIDI akan berkomitmen bagaimana prestasi yang diraih bisa dibagi untuk pihak-pihak lainnya.

“Namanya juga kita menjadi referensi, sehingga kita harus siap untuk dikunjungi kapan pun, dan oleh siapapun. Intinya, semua orang bisa belajar sama kita,” katanya.

Dengan penghargaan ini juga, SPIDI tentunya akan semakin meningkatkan kapabilitasnya. Pasalnya, tentunya para guru-guru harus bisa menjadi fasilitator untuk memberikan pengalaman-pengalaman yang diterima kepada sekolah-sekolah lainnya. Makanya, pada Open House Digital School Pioneer ini SPIDI melaksanakan seminar digital yang dihadiri dari beberapa guru dan kepala sekolah dari berbagai daerah.

Baca Juga : Target Rampung April 2026, Perbaikan Jalan Ruas Paleteang-Malimpung-Batas Enrekang Terus Dikebut

“Sesuai taglinenya SPIDI yaitu Berkhidmat untuk Ummat. Jadi SPIDI hadir bukan hanya meningkatkan dirinya saja, tetapi untuk membangun pendidikan,” tutupnya. (*)

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646