0%
logo header
Selasa, 17 Agustus 2021 16:46

Tanpa Detik-detik Proklamasi, Pelaksanaan Kemerdekaan RI di Kabupaten Gowa Tetap Khidmat

Tanpa Detik-detik Proklamasi, Pelaksanaan Kemerdekaan RI di Kabupaten Gowa Tetap Khidmat

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 Tahun di Halaman Kantor Bupati Gowa, Selasa, 17 Agustus 2021 tanpa detik-detik proklamasi yang ditandai dengan bunyi sirene.

Hal ini pun menjadi pemandangan baru, sebab biasanya perayaan Hari Kemerdekaan melalui upacara bendera ditandai dengan detik-detik proklamasi.

“Kenapa kita tanpa detik-detik proklamasi? karena kita percepat, karena kita juga akan mengikuti upacara peringatan secara virtual di Istana Negara yang dipimpin Bapak Presiden RI Joko Widodo,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan usai perayaan HUT RI Ke-76, Selasa (17/08/2021).

Baca Juga : Wabup Gowa Ajak ASN Kuatkan Disiplin, Profesional, dan Semangat Kerja

Menurutnya, pelaksanaan upacara ditengah pandemi Covid-19 juga ada berlangsung secara virtual yang waktu pelaksanaannya bersamaan dengan detik-detik proklamasi.

“Detik-detik proklamasi itukan selalu jam 10.00 pagi waktu daerah masing-masing, nah kita percepat untuk kita bisa bersama-sama melaksanakan detik-detik proklamasi pada jam 10.00 pagi juga secara virtual,” terangnya

Adnan mengaku, meskipun pada pelaksanaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini tanpa detik-detik proklamasi tidak mengurangi semangat perjuangan. Belum lagi pelaksanaan upacara yang dilakukan dapat berlangsung secara khidmat.

Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea

Sebelumnya, Adnan berharap pada peringatan HUT RI Ke-76 Tahun ini mampu menjadi momentum untuk terus bersama-sama memberikan upaya penanganan maksimal dalam melawan pandemi Covid-19. Sebab, dengan kerjasama dan keterlibatan seluruh pihak, maka akan dipastikan virus Covid-19 dapat dilawan.

“HUT Kemerdekaan RI ditengah pandemi ini diharapkan terbangun kerjasama seluruh eleman bangsa yang ada agar bisa memiliki persepsi yang sama untuk keluar dari pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Adnan menggambarkan, di zaman dahulu Indonesia mampu berhasil melawan penjajah dengan peralatan seadanya, hal itu berhasil dilakukan karena adanya kerjasama dan kekompakan. Hal ini bisa dijadikan cermin untuk melawan Covid-19 dengan menyatu dan bergerak bersama memingkatkan kedisiplinan dalam protokol kesehatan.

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

“Dulu kita berperan melawan penjajahan dan menang dengan bambu runcing karena semua menyatu bergerak melawan. Jika dikolerasikan dengan saat ini diharapkan kerjasama semua pihak yang ada untuk bisa meningkatkan kedisiplinan agar prokes berjalan dengan baik dan keluar dari pandemi ini,” tegasnya. (Rhy)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646