0%
logo header
Jumat, 18 Desember 2020 20:17

Tidak Patuh Prokes Akan Ditindak Tegas, Andi Kaswadi: Ini Kewajiban Kita Selamatkan Masyarakat

Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.
Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rakor pengamanan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Jumat (18/12/2020).

Rakor tersebut dipimpin oleh Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, dihadiri Anggota Forkopimda Soppeng, Ketua Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri, Kepala Kemenag, Kepala SKPD, Camat, Lurah, Kades dan Ketua FKUB.

Dalam sambutan Bupati Soppeng menyatakan bahwa apapun yang terjadi saat ini harus dihadapi, tidak boleh ditawar-tawar dan senang tidak senang harus dijalankan dan anggap itu sebagai Ibadah karena ini merupakan kewajiban sebagai abdi masyarakat.

“Camat, Lurah dan Kades jelaskan kepada masyarakat bahwa ini adalah kebijakan Negara yang harus menyelamatkan Rakyat,” ungkap Andi Kaswadi Razak.

“Bagi masyarakat yang tidak Patuh pada Protokol Kesehatan akan ditindak, tidak boleh main-main karena ini kewajiban kita menyelamatkan masyarakat,” tambahnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Soppeng ini mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu sudah dirasakan jatuh bangun bekerja untuk masyarakat tetapi sepertinya masih ada pihak yang main-main dengan situasi seperti ini.

“Kenapa awalnya tidak ada sanksi dalam Perbup, karena jelas tugas pokok kita adalah pelayan dan penegakan aturan yang jelas dasarnya,” katanya.

Disampaikan pula bahwa selain Covid-19, ada hal lain yang harus dihadapi sehingga diminta Dinas Kesehatan untuk segera bertindak mengantisipasi karena ada yang lebih parah dari Covid-19 yang sering terjadi dan memakan korban yaitu penyakit DBD.

“Biasanya musim hujan seperti ini biasa muncul penyakit DBD makanya lakukan fogging dan kalau ada kasus sampaikan kepada masyarakat pentingnya pola hidup bersih,” jelas Andi Kaswadi Razak.

“Sebenarnya lebih banyak korban DBD dibanding Virus Corona, akan tetapi Virus Corona paling banyak menyita waktu dan perhatian karena seluruh dunia dan jangan terlena dengan virus Corona sehingga diabaikan DBD,” jelasnya lagi. (Yusuf)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646