REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Tokoh pemuda di Sinjai sangat menyesalkan sikap dari Balai Pelesatarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan yang semena-mena menutup tempat situs bersejarah batu pake gojeng.
Tempat situs bersejarah yang menjadi primadona masyarakat Sinjai maupun pengunjung dari daerah luar kabupaten harus berpuasa untuk mengunjungi lokasi tersebut hanya gegara alasan yang tidak jelas.
Dari informasi yang dihimpun, penutupan wisata situs bersejarah itu ditutup sudah hampir 2 pekan lamanya. Bahkan, penyampaian penutupan tersebut hanya secara lisan yang disampaikan ke Dinas Pariwisata Sinjai.
Baca Juga : Lewat 60 Seconds to Seoul, Jaringan Hotel Archipelago Hadirkan Jajanan Kuliner Korea
Bukan hanya penyampaian lisan yang disampaikan ke Dinas Pariwisata, pihak Balai Pelesatarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan pun tidak menyampaikan alasan yang jelas penutupan cagar situs bersejarah yang dimiliki pemerintah kabupaten Sinjai.
Awaluddin Adil mengatakan, tidak sepantasnya Balai Pelestarian Cagar Budaya menutup tempat wisata yang menjadi primadona Masyarakat Sinjai. Apalagi, tanpa ada alasan yang jelas.
“Harusnya dari balai mengedepankan etika untuk menyampaikan alasan penutupan batu pake gojeng dan penutupannya juga harus disampaikan secara tertulis agar masyarakat yang ingin mengunjugi situs tersebut tahu penyebab. Bukan menutup seenaknya,” ungkap Awaluddin, Tokoh Pemuda Sinjai, Rabu (29/09/2021).
Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa
Apalagi kata Awaluddin, jika terus menerus dilakukan penutupan maka pemerintah kabupaten Sinjai khususnya Dinas Parawisata akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
