0%
logo header
Rabu, 12 Juli 2023 22:43

Usung Konsep Teknologi Digital, AFR Bakal Fokus Besarkan UMKM Jeneponto

Rizal
Editor : Rizal
Suasana diskusi bertema "UMKM Menjadi Perhatian Figur Muda di Jeneponto" yang digelar di Cafe Mama, Jalan Bau Mangga, Makassar, Rabu (12/7/2023). (Foto: Istimewa)
Suasana diskusi bertema "UMKM Menjadi Perhatian Figur Muda di Jeneponto" yang digelar di Cafe Mama, Jalan Bau Mangga, Makassar, Rabu (12/7/2023). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo (AFR) Karaeng Raja memiliki rencana besar untuk membesarkan UMKM di kampung halamannya, Jeneponto.

Sebagai birokrat ulung yang dikenal dengan inovasi Export Center-nya, AFR menyebut Jeneponto merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya alam. Itu sebabnya ia heran jika kampung halamannya tersebut senantiasa masuk tiga besar kabupaten termiskin di Sulsel. Padahal dari total 1,6 juta jumlah UMKM se-Sulsel yang terdaftar, Jeneponto menyumbang 153 ribu UMKM.

“Salah satu penyumbang cabe terbesar Indonesia adalah Jeneponto. Produksi garam Jeneponto mensuplai Sulsel dan beberapa provinsi. Belum lagi produksi rumput laut Jeneponto dan masih banyak lainnya,” kata AFR dalam diskusi bertema “UMKM Menjadi Perhatian Figur Muda di Jeneponto” yang digelar di Cafe Mama, Jalan Bau Mangga, Makassar, Rabu (12/7/2023).

Baca Juga : Sandiana Soemarko Ulurkan Tangan, Kapela St Antonius Padua di TTS Dibangun

Kopi Rumbia Jeneponto misalnya, lanjutnya, seringkali habis diborong tengkulak dengan harga murah dari kabupaten lain sebelum dipanen. Sementara rasa Kopi Rumbia khas dan menyaingi Kopi Toraja. Belum lagi bicara potensi pasar gula cair yang selama ini kurang dilirik pengusaha Indonesia.

“Untuk informasi kebutuhan pasar ekspor itu semua bisa langsung diakses melalui Export Center di Disdag. Export Center itu cuma ada dua di Indonesia, di Surabaya dan di Makassar. Data buyer (pembeli) dari seluruh dunia yang sedang cari apa dan berapa jumlahnya, itu lengkap di sana,” jelas AFR yang melahirkan inovasi tersebut saat masih menjabat Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Sulsel.

Menurutnya, digitaliasi teknologi dalam pengelolaan UMKM menjadi sebuah keharusan. Dia menjelaskan, metode-metode tradisional dalam mengembangkan usaha, tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman hari ini.

Baca Juga : 16 Pelanggan Setia IM3 di Indonesia Terima Hadiah Loyalitas, Ada Mobil, Motor dan Smartphone

Jika tidak mengadopsi teknologi digital, UMKM akan selamanya menjadi toko kelontongan yang tidak kunjung berkembang menjadi usaha skala besar.

Sementara itu, pengusaha muda Jeneponto, Efendi Alqadri Mulyadi (EAM) Karaeng Mustamu, berharap pemerintah daerah Jeneponto lebih memperhatikan pengembangan SDM UMKM, bukan sisi bantuan modal usaha saja.

Dia menyebut para pelaku startup Jeneponto yang umumnya didominasi anak muda, lebih membutuhkan mentoring dibanding modal usaha. Sebab modal utama dalam berbisnis adalah ide dan kualitas produk.

Baca Juga : Surat Memilukan dari Warga Kelaparan di Sinjai Viral, Heriwawan Gerak Cepat Salurkan Bantuan Sembako

“Meski punya modal finansial kalau ide tidak ada, quality tidak bagus, pasti tidak akan berhasil. Ini yang kita harap ada mentoring dari pengusaha yang sudah sukses. Bagaimana agar program pemerintah daerah itu di-package dengan nuansa-nuansa anak muda sehingga menumbuhkan ketertarikan anak muda untuk merintis karir di dunia entrepreneur,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646