0%
logo header
Kamis, 29 Januari 2026 10:40

Wagub Sulsel Tegaskan Penguatan Fungsi Intermediasi Bank Sulselbar

Rizal
Editor : Rizal
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi saat menghadiri Serah Terima LHP Kinerja atas efektivitas kegiatan operasional bank dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Rabu (28/1/2026). (Foto: Istimewa)
Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi saat menghadiri Serah Terima LHP Kinerja atas efektivitas kegiatan operasional bank dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Rabu (28/1/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam memperkuat tata kelola PT Bank Sulselbar agar mampu menjalankan fungsi intermediasi secara efektif, sehat, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Serah Terima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas efektivitas kegiatan operasional bank dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan, di Auditorium Lantai 2 Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Rabu (28/1/2026).

Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi kepada BPK Perwakilan Provinsi Sulsel atas pelaksanaan pemeriksaan kinerja yang dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

Baca Juga : DPC Gerindra Makassar Pilih Berbagi di Momen HUT ke-18, Sasar Warga Miskin Ekstrem

Menurutnya, pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peran strategis Bank Pembangunan Daerah bagi pembangunan ekonomi Sulsel.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran BPK Perwakilan Sulsel yang telah melaksanakan pemeriksaan ini secara profesional dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Fatmawati Rusdi menegaskan, Bank Sulselbar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit produktif dan penghimpunan dana yang sehat.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Bibit, Green House dan Kapal Nelayan untuk Warga Bantaeng

Pemeriksaan kinerja BPK, yang menitikberatkan pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit produktif, serta penguatan keamanan sistem informasi dan ketahanan siber, merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan perbankan modern

“Efektivitas fungsi intermediasi perbankan bukan sekadar ukuran kinerja institusi, tetapi juga cerminan komitmen bank dalam memberikan layanan terbaik dan membangun kepercayaan publik,” tegasnya.

Fatmawati Rusdi juga mendorong inovasi berkelanjutan di tubuh Bank Sulselbar agar produk dan layanan keuangan semakin adaptif, aman, serta mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga : Target Selesai Februari Ini, Proses PAW RMS Menunggu Hasil Konsolidasi NasDem Sulsel

“Kita butuh banyak inovasi produk yang disosialisasikan secara masif. Nasabah membutuhkan kenyamanan, keamanan, dan efektivitas layanan keuangan,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan akan memperkuat posisi Bank Sulselbar agar mampu menjadi tuan di rumah sendiri serta sejajar dengan bank-bank konvensional lainnya di Sulsel.

“Rekomendasi BPK ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperkuat akuntabilitas, transparansi, dan daya saing Bank Sulselbar,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gelontorkan Rp4 Miliar, Akses Berlumpur di Romang Tangayya Segera Dibeton

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu, menjelaskan, pemeriksaan kinerja dilakukan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

BPK mencatat sejumlah capaian positif Bank Sulselbar, antara lain penerapan ISO 27001:2022 untuk sistem keamanan informasi, pembentukan Security Operation Center (SOC), keterbukaan informasi produk Dana Pihak Ketiga, serta penerapan konsep three lines of defence dalam penyaluran kredit produktif.

Namun demikian, BPK juga menyoroti perlunya penguatan keamanan sistem informasi dan ketahanan siber, peningkatan efisiensi penghimpunan DPK, serta perbaikan kualitas kredit guna menjaga profitabilitas dan menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL).

Baca Juga : Pemkot Makassar Gelontorkan Rp4 Miliar, Akses Berlumpur di Romang Tangayya Segera Dibeton

BPK merekomendasikan agar Bank Sulselbar segera menindaklanjuti hasil pemeriksaan melalui penguatan pengelolaan teknologi informasi, integrasi strategi pendanaan dan penyaluran kredit, serta penetapan kebijakan yang efektif dalam menjaga kualitas aset.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel selaku Komisaris Utama PT Bank Sulselbar Jufri Rahman, serta Direktur Utama PT Bank Sulselbar Yulis Suwandi beserta jajaran direksi. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646