0%
logo header
Selasa, 14 Desember 2021 13:43

Akibat Gempa, Kecamatan Pasilambena Selayar Putus Komunikasi

Titik Gempa di Laut Nusa Tenggara Timur (NTT) di, Selasa (14/12/2021), sekitar Pukul 10.20 WITA.
Titik Gempa di Laut Nusa Tenggara Timur (NTT) di, Selasa (14/12/2021), sekitar Pukul 10.20 WITA.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KEPULAUAN SELAYAR — Hingga pukul 13.00 Wita Selasa (14/12/2021), komunikasi dengan Kecamatan Pasilambena, kecamatan terjauh dari Ibu Kota Benteng, Kepulauan Selayar dan terdekat dengan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi pusat gempa, belum dapat dihubungi melalui alat komunikasi seluler. Kecamatan ini terdiri atas enam desa, yakni Garaupa, Garaupa Raya, Kalaotoa, Karumpa, Lembang Matene, dan Pulo Madu,.

“Kecamatan ini merupakan yang terdekat dengan wilayah NTT. Hingga sekarang warga di sana belum dapat dihubungi,” Daeng Siujung, salah seorang wartawan di Kepulauan Selayar yang dikontak Selasa (14/1/2021) siang melaporkan.

Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Larantuka NTT sekitar pukul 10.20 Wita, Selasa (14/12/2021). Catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, lokasi gempa 7,59 LS, 122.26 BT dan terjadi pada kedalaman 12 km, sekitar 112 km barat laut Larantuka.

Baca Juga : Periode 2026 Ada 31.000 Sertifikat Program PTSL Dibagikan di Gowa

BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Maluku, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

“Gempa ini berpotensi tsunami,” kata Kepala Humas BMKG Akhmad Taufan sebagaimana dilansir kompas.com.

Bupati Selayar Muhammad Basli Ali sebagaimana yang dikutip dari media sosial melaporkan, hingga kini informasi yang diperoleh terjadi kerusakan terjadi di Bonerate, Kecamatan Pasi Marannu, beberapa rumah rusak.  Kecematan yang belum dapat dihubungi adalah Kecamatan Pasi Lambena yang memerlukan pelayaran delapan jam dari Bonerate.

Baca Juga : 3.608 Bidang Tanah Warga Tinggimoncong Kantongi Sertifikat PTSL

Dia mengatakan, belum ada laporan mengenai kerusakan di kecamatan itu, namun laporan yang masuk dari Kecamatan Pasimarannu menyebabkan, akibat gempa tersebut mengakibatkan gedung sekolah dasar retak, sejumlah rumah, dan tempat ibadah.

Daeng Siujung menjelaskan, di Ibu Kota Benteng, para karyawan Pemkab Kepulauan Selayar terpaksa menutup kantor mereka lebih awal karena khawatirnya datangnya gempa susulan.

“Kami di Ibu Kota Benteng dalam kondisi siaga dan kantor tutup,” ujar Daeng Siujung.

Baca Juga : Aset Perbankan di Sulampua Tumbuh 4,26 Persen, Bukukan Rp572,44 Triliun

Dari Bulukumba, salah seorang mahasiswa Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) Nabila Alfadila, yang dihubungi menjelaskan, getaran gempa juga terasa di Kabupaten Bumi Panrita Lopi tersebut.

“Saya sedang di kamar ketika gempa terjadi. Ada barang-barang yang jatuh,” ujar Nabila.

Pada tanggal 12 Desember 1992, Flores, tepatnya Kota Maumere dan sekitarnya dilanda gempa bumi dengan kekuatan 7,6 magnitudo dan menimbulkan tsunami setinggi pohon kelapa, Gempa itu menyebabkan ribuan penduduk meninggal, dan ribuan rumah tersapu tsunami, terutama di Kota Maumere,  Di Pulau Babi, sekitar 5 jam berlayar dari Maumere,  seluruh bangunan rumah tiarap di tanah yang diikuti korban jiwa yang hingga seminggu kemudian baru dapat dikuburkan oleh tim Brimob dan Angkatan Laut yang mengunjungi pulau itu bersama sejumlah wartawan dalam dan luar negeri. (M. Dahlan Abubakar)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646