0%
logo header
Selasa, 12 Januari 2021 17:00

Aksi Demonstrasi Tolak Musprov KADIN Sultra Dibubarkan Polisi

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Elen Vanzila, salah satu masa aksi yang dipukuli. (Foto: istimewa)
Elen Vanzila, salah satu masa aksi yang dipukuli. (Foto: istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Beberapa pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (APMS) Menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Claro kendari, Senin (11/01/2020).

Massa menuntut penolakan Agenda Musyawarah Wilayah Kamar Dagang dan Industri (MUSWIL KADIN) yang diselenggarakan dihotel claro pada hari senin 11 Januari 2021. Salah satu alasan penolakan mereka bahwa KADIN SULTRA tidak mempunyai fitback untuk masyarakat secara luas.

Namun sayangnya, harapan mereka berujung brutal, gerakan mereka mendapat respon dari aparat keamanan sehingga dua orang Demonstran jadi korban atas tindakan represif yang diduga dilakukan oleh kepolisian.

Saat ditemui (Senin, 11/01/2021), atas nama Ali Said, Salah satu massa aksi dalam Aksi tersebut membenarkan hal itu, “Sekitar jam 11 tadi kami dan teman-teman yang tergabung dalam gerakan tersebut tiba di depan Hotel Claro. Kami datang dengan tertib, tidak ada gerakan tambahan yang kami lakukan, hal-hal yang memancing keribukan kami sangat hindari. Namun, saat kami mulai orasi, tiba-tiba aparat kepolisan bergegas dan mengusir kami, katanya jangan demo disini,” ungkap pria yang biasa disapa Said itu.

“Terjadilah gesekan, cekcok adu mulut antara kami dan kepolisian. Mungkin karena jumlah kami yang sedikit sehingga aparat membubarkan kami secara paksa. Sempat kami bertahan, namun tekanan psikologis mereka yang melingkari kami seolah ada paksaan bahwa kami harus dibubarkan, hingga pada akhirnya kami dikejar dan teman-teman saya lari terhamburan berpisah-pisah, dan saat itu juga polisi mengejar kami hingga dua orang teman saya di dapat langsung di eksekusi,” lanjut Said.

Dua orang massa atas nama Elen Vanzila dan Iksan adalah korban atas kejadian itu, terjadi luka berat bagian kepala yang diduga bekas pukulan aparat keamanan.

“Kalau dari saya bukan lagi dugaan, dengan kasat mata pelakukanya itu polisi. saya lihat langsung, bukti dokumentasi kami punya, yang saya lihat sekitar belasan polisi lakukan pemukulan. Akibatnya teman saya terhamburan darah di sekitar wajah, teman saya nama Elen dia dipukul sampai pingsan, terjadi beberapa kali pukulan di perut bagian dada, setelah itu kami segera bawa ke rumah sakit untuk dirawat lebih lanjut,” terang Said.

“Sangat miris, yang kami faham kalau aparat kepolisian itu mengayomi dan melindungi kami, tapi faktanya mereka yang kriminalisasi kami. Harapan kami, semoga tidak terjadi lagi hal sama di kemudian hari. kejadian ini tentu akan tindak lanjuti, pastinya kami laporkan, kami terus presur, entah langkah normatif dan sebagainya, pastinya sampai benar-benar pelaku pemukulan tekan kami di penjarakan sesuai keadilan,” tutup Said. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646