0%
logo header
Minggu, 16 Januari 2022 16:52

Aktifis Lingkungan Ancam Laporkan Legislator RI Muhammad Nasir ke Ketum Partai Demokrat Sebelum ke KPK

Falihin
Editor : Falihin
Direktur PILHI, Syamsir Anchi.
Direktur PILHI, Syamsir Anchi.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Direktur Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi, menyampaikan jika dia bersama beberapa LSM pengiat anti korupsi akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat untuk melaporkan Anggota Fraksi Demokrat di DPR RI Muhammad Nasir, terkait prilaku tidak etik pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, pada Kamis (13/01/2022) lalu.

Syamsir menyebutkan, sikap Muhammd Nasir saat RDP sangat tidak terpuji selaku wakil rakyat, dimana ucapannya dianggap tidak beretika karena menuding Tan Paulin sebagai “Ratu Batu Bara” di Kalimantan Timur. Padahal, menurutnya, yang Muhammad Nasir membelokkan agenda pembahasan dengan menuding secara membabi buta untuk menghindari pembahasan terkait pencabutan IUP Operasional PT Batuah Energi Prima (BEP), agar tidak dicabut.

“Tuduhannya kepada Tan Paulin menjadi penyebab rusaknya infrastruktur jalan di Kaltim. Tuduhannya tidak mendasar, karena Tan Paulin pembeli batu bara di Jetty, dia tidak punya bisnis angkutan batu bara yang memakai infrastruktur jalan,” kata Syamsir Anchi melalui keterangannya, Minggu (16/01/2022).

Lebih lanjut, Syamsir menyebutkan, yang semestinya dituding sebagai perusak infrastruktur adalah Pengusaha Angkutan Batu Bara yang dikontrak oleh PT BEP. Dia mengungkapkan, angkutan batu bara PT BEP menggunakan perusahaan Nabil Husein Said, Putera Ketua salah satu Ormas di Kaltim.

“Perusahaan Nabil Husein yang dikontrak mengangkut batu bara oleh PT BEP itu, dan mereka menyerobot lahan penghijauan yang telah disiapkan pengusaha lainnya untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan dan banjir di masa akan datang, seharusnya ini yang dipersoalkan Muhammad Nasir,” ujarnya.

Selain itu, aktivis 98 ini mengatakan, Muhammad Nasir ibarat menepuk air di dulang terpecik muka sendiri. Dia mengungkapkan, sesuai data yang diperolehnya dari Herman, seorang penambang di Kutai Kartanegara, justru Muhammad Nasir dan putranya, Muhammad Rahul, diduga melakukan pencurian tambang atau pelaku illegal mining di wilayah Tenggarong.

“Justru Muhammad Nasir ini, mendorong anaknya, namanya Muhammad Rahul, ikut main tambang ilegal di Tenggarong, konon penanggungjawab lapangannya bernama Marco,” ungkap Anchi.

Dia juga menyampaikan dari penelusurannya, Syamsir Anchi menduga kelompok Muhammad Nasir telah mencuri tambang batu bara dari PT Bukit Baiduri Energi, milik Pendiri Gajah Tunggal Group, Sjamsul Nursalim, yang saat ini berdomisili di Singapura.

Tambang batubara PT Bukit Baiduri Energi yang dicuri kelompok Muhammad Nasir itu, lanjut Ahmad Mabbarani, adalah milik Syamsul Nursalim, pendiri Gajah Tunggal Group yang sejak lama berdomisili di Singapore.

“Perbuatan dan konspirasi yang diduga dibackingi Muhammad Nasir ini, telah menimbulkan kerusakan lingkungan akibat praktik tambang liar dan penyerobotan lahan yang dilakukan PT BEP,” ucap Syamsir Anchi.

Dengan demikian, Syamsir menilai  penyerobotan lahan yang disiapkan oleh PT Bukit Baiduri Energi untuk penghijauan dengan penanaman pohon harus dihentikan oleh aparat. Bahkan, ujar Syamsir, sudah ada indikasi pidana korupsi karena melibatkan pejabat publik, sehingga dia bersama beberapa LSM pegiat anti korupsi akan melapor ke KPK setelah melaporkan Muhammad Nasir ke Pimpinan Partai Demokrat.

“Ya, kami sudah mendeteksi oknumnya di Komisi VII DPR. Jadi kami akan laporkan dia ke pimpinan partainya sebelum kami ke KPK. Data-datanya sudah lengkap. Kami juga akan serahkan ke KPK langsung,” pungkasnya.

Penulis : Andi Besse Nabila
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646