0%
logo header
Sabtu, 30 Oktober 2021 22:11

Andi Sudirman Tantang Kabupaten Kota di Sulsel Tingkatkan Ekspor, Reward Bantuan Keuangan Hingga Rp10 Miliar

Rizal
Editor : Rizal
Pelepasan Produk Ekspor oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (30/10/2021).
Pelepasan Produk Ekspor oleh Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, di Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (30/10/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, mendorong Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menggenjot ekspor. Bagi daerah yang mampu memperkuat dan meningkatkan ekspornya, akan diberikan reward khusus dalam bentuk bantuan keuangan daerah.

“Daerah Kabupaten Kota yang memiliki kekuatan dan perhatian pada peningkatan ekspor yang kuat, akan ada penilaian tersendiri dan berpengaruh pada bantuan keuangan daerah bawahan. Termasuk di angka stunting dan kemiskinan, akan kita berikan bantuan khusus variable penambah nilai bantuan keuangan,” kata Andi Sudirman, saat melepas ekspor langsung produk perikanan ke Hongkong via udara di Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (30/10/2021).

Ia menyampaikan, peningkatan ekspor ini juga merupakan bagian dari harapan Presiden Jokowi. Andi Sudirman menyebutkan, bagi daerah yang meningkatkan ekspornya, akan ada variabel khusus penambahan bantuan keuangan daerah senilai Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Kalau menggeliat, hingga Rp 20 miliar kita bisa berikan,” imbuhnya.

Apresiasi diberikan kepada Daerah, karena dapat menggunakan infrastruktur yang telah dimiliki untuk meningkatkan ekspor. Sehingga, stok ekspor tetap tersedia. Demikian juga penerbangan langsung untuk ekspor, tetap memiliki muatan.

Namun ia menekankan, menjaga lingkungan adalah yang terpenting. Baik itu untuk ekspor pertanian, kelautan dan perikanan.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Lakukan Groundbreaking Matano Belt Road, Hubungkan Luwu Timur dan Sulteng Lewat Darat

“Tentunya dengan green economy atau suistanable, artinya berkelanjutan, bukan ditangkap dengan cara tidak bagus (illegal) dan tidak biasa (merusak lingkungan). Ini potensi alam kita dan bisa kita manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga meminta dinas terkait untuk ikut berperan dalam memberikan layanan dan menjaga agar stok tetap terjaga. Sehingga, fasilitas yang dihadirkan bisa dimanfaatkan dengan baik, termasuk infrastruktur perhubungan.

“Penerbangan ke Hongkong kapasitasnya 30 ton, yang dikirim tadi 11 ton. Jadi ini bisa diisi dengan ekspor lainnya. Ini tugas kepala dinas, agar layanan penerbangan ini tidak berhenti,” terangnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646