REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode April dan Mei 2022 di Kabupaten Sinjai sementara berlangsung. Menyasar seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar.
Untuk Mei, penyaluran BPNT disalurkan dalam bentuk uang tunai beserta BLT minyak goreng dengan nilai sebesar Rp300 ribu. Disalurkan melalui Kantor Pos Indonesia. Alasannya, guna percepatan penyaluran.
Metode penyaluran ini berbeda dengan BPNT untuk April. Dimana keluarga penerima manfaat menerima bantuan dalam bentuk pangan atau paket sembako berupa beras dan telur dari agen e-Warung Bank Mandiri. Total nilainya sebesar Rp200 ribu.
Baca Juga : Tinjau Lokasi Banjir di Biringkanaya, Munafri Siapkan Solusi Permanen dan Konkret
Anehnya, data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sinjai untuk April berupa paket sembako dari e-Warung Bank Mandiri malah mengalami pengurangan. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, cukup signifikan.
Sejumlah penerima mengaku datanya lenyap tanpa kejelasan. Padahal, di periode Januari, Februari dan Maret lalu, tak ada sama sekali pengurangan data penerima BPNT. Artinya, baru kali ini terjadi.
Data Dinas Sosial Kabupaten Sinjai menyebutkan bahwa penerima BNPT pada Mei sebanyak 20.250 orang. Sementara pada April hanya berjumlah 18.900 orang saja. Artinya, ada selisih kurang lebih seribu penerima bantuan yang hilang untuk periode April.
Baca Juga : Dari Kepedulian Jadi Aksi, Sandiana Soemarko Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera-Aceh
“Data penerima BPNT bulan April itu berasal dari Kementerian Sosial, kami tidak tahu-menahu (soal pengurangan itu),” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sinjai, Andi Muhammad Idnan, Rabu (20/4/2022).
Menurutnya, sudah banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sinjai. Mereka mempertanyakan alasan namanya tidak terdaftar lagi sebagai penerima bantuan untuk periode April. Padahal sebelumnya, namanya terdaftar bahkan menerima percepatan penyaluran untuk periode Mei mendatang.
“Kita mau jawab apa. Ini by data langsung dari Kementerian Sosial. Saya akui data tersebut memang aneh khusus untuk bulan April,” aku Andi Idnan.
Baca Juga : Fokus Solidkan Kader, NH Sarankan Plt Ketua Golkar Sulsel Tak Buru-buru Gelar Musda
Sekadar informasi, jika untuk periode April ada kurang lebih 1000 data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berkurang atau hilang, maka jumlah anggaran yang raib pun tak tanggung-tanggung. Mencapai kurang lebih Rp200 juta. (*)
