0%
logo header
Kamis, 30 Maret 2023 22:39

Bank Dunia Akan Kembangkan Benteng Desa Liya Togo di Wakatobi Jadi Tempat Wisata Berkelanjutan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Kunjungan Perwakilan Bank Dunia disambut dengan Tarian Khas Wakatobi saat mengunjungi Benteng Desa Liya, di Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Rabu (29/03/2023). (Istimewa)
Kunjungan Perwakilan Bank Dunia disambut dengan Tarian Khas Wakatobi saat mengunjungi Benteng Desa Liya, di Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Rabu (29/03/2023). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI — World Bank (Bank Dunia) Perwakilan Indonesia siap mengembangkan situs Benteng Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi tenggara jadi destinasi wisata berkelanjutan.

Bank Dunia yang kini tengah dalam penyusunan master plan proyek, turun langsung meninjau kawasan Benteng Desa Liya Togo bersama Pemkab Wakatobi, Rabu (29/03/2023) kemarin.

Perwakilan Bank Dunia, Kristi mengungkapkan, Benteng Desa Liya Togo memang sudah masuk sebagai salah satu program pengembangan desa wisata di Indonesia.

Baca Juga : Srikandi Tangguh PLN Lalui Segala Tantangan Wujudkan Listrik Berkeadilan di Sulselrabar

“Jadi salah satunya itu mengenai Desa wisata, ini salah satu tujuan kita datang ke Wakatobi,” kata Kristi. 

Katanya ada empat dukungan kerangka proyek pengembangan benteng Liya Togo kedepan, yakni mengenai perencanaan, mengenai infrastruktur, mengenai pemberdayaan masyarakat, dan basic services. Harapannya, ini bisa membantu promosi agar investor datang ke Wakatobi.

“Semua ini bermuara dari master plan, dari perencanaan dasarnya seperti apa. Jadi nanti mengenai Infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan undangan terhadap investor untuk berinvestasi itu kan semuanya juga berdasarkan dari master plan yang sudah dibuat, peluang investasi di Wakatobi ada” tandasnya.

Baca Juga : Safari Ramadan di Pulau Tomia, Bupati Haliana Serahkan Bantuan Pembangunan Masjid Ratusan Juta

Kristi juga mengaku pihaknya sudah mendapatkan masukan  dari masyarakat terkait kebutuhan pengelolaan Desa Wisata situs Benteng Liya Togo.

“Ini masuk dalam komponen satu, dalam komponen itu kami mengerjakan Desa Wisata berkelanjutan. Salah satunya juga mengenai Integrated Tourism Master Plan (ITMP),” lanjutnya.

Menurut dia, Wakatobi ITMP-nya sudah selesai tahun lalu, saat ini pihaknya sementara menunggu dengan harapan bisa segera menjadi Peraturan Presiden (Perpres).

Baca Juga : Gandeng Baznas, Bupati Haliana Serahkan Bantu Beras Kepada Lansia di Pulau Tomia

“Kita sebetulnya punya program Indonesia Tourism Development Project (ITDP). Program kita tujuannya untuk mensupport pemerintah Indonesia dalam mengembangkan beberapa situs destinasi pariwisata di Indonesia,” tutupnya.

Penulis : Gayus Irawadi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646