0%
logo header
Kamis, 26 Oktober 2023 15:46

Belanja Modal Pemkab Gowa Turun di 2024, Adnan: Adanya Penganggaran Dana Pilkada

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan tanggapan dan menjawab beberapa pertanyaan dalam Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gowa atas Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan tanggapan dan menjawab beberapa pertanyaan dalam Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gowa atas Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyebutkan, dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2024 belanja modal Pemerintah Kabupaten Gowa mengalami penurunan menjadi 15 persen dari periode 2023 sebesar 23 persen.

Kondisi ini diungkapkan karena dipengaruhi beberapa hal. Salah satunya, karena adanya penganggaran khusus untuk biaya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 yang jumlahnya cukup besar.

“Di tahun ini Pemkab Gowa telah menganggarkan sebesar 40 persen atau Rp30 miliar untuk dana Pilkada 2024 ke penyelenggara pemilu. Kemudian di 2024 kita akan kembali menganggarkan sekitar 60 persen. Sehingga ini sangat berpengaruh pada turunnya belanja modal kita,” jelasnya di sela-sela memberikan tanggapan dan menjawab beberapa pertanyaan dalam Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gowa atas Nota Keuangan dan Ranperda tentang APBD Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa, kemarin.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

Dalam PU Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Gowa beberapa pertanyaan dilontarkan dari juru bicara fraksi-fraksi. Diantaranya Fraksi Demokrat yang disampaikan Abd Salam Rani, yang meminta penjelasan terkait adanya penurunan belanja modal yang awalnya di 2023 sebesar 23 persen menjadi 15 persen di 2024, serta peran dan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang dianggap lemah.

Selanjutnya, dari Fraksi Karya Perjuangan melalui Natsir Sega yang menanyakan kondisi inflasi Kabupaten Gowa yang diklaim tinggi.

Menurut Adnan, terkait data inflasi Kabupaten Gowa yang dikatakan tinggi dianggap keliru. Sebab, dari data yang dirilis pemerintah pusat disebutkan bahwa dua daerah di Indonesia dengan kondisi tingkat inflasi rendah dari tahun ke tahun. Antara lain, Kabupaten Gowa dan Kota Pekan Baru.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Selain itu setiap minggu kita rapat inflasi yang dipimpin langsung oleh Kemendagri disitu tidak pernah menyebutkan inflasi Kabupaten Gowa tinggi,” tegas Adnan.

Sementara, terkait fungsi APIP Kabupaten Gowa yang dinilai lemah, Adnan mengaku tidak tepat, sebab mulai saat ini tidak ada satu perencanaan, program, dan pekerjaan yang tidak di review oleh Inspektorat. Bahkan proses pencairannya pun terlebih dahulu harus di review oleh Inspektur Inspektorat baru dilakukan pencairan dana.

“Jadi kira-kira pengawasan APIP yang bagaimana lagi, karena Kabupaten Gowa adalah kabupaten satu-satunya di Sulsel yang APIP-nya Level 3,” ujarnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Selain itu, pada kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia menjelaskan, sejak terjadinya pandemi Covid-19 pemerintah daerah cukup berhati-hati untuk menaikkan target PAD. Sebab jika target tersebut tidak tercapai maka akan mengalami defisit.

“Kalau kita tidak menyakini dapat mencapai target PAD, ya jangan dipatok, karena dampaknya akan buruk. Jika kita menaikkan PAD dengan target terlalu tinggi, kemudian kita tidak mencapainya sementara kita sudah memproyeksikan untuk beberapa program kerja maka kita akan mengalami defisit,” ungkapnya.

Adnan pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh juru bicara fraksi terkait Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Tahun Anggaran 2024.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Kami sangat menghargai dedikasi, partisipasi aktif para pimpinan dan anggota dewan yang secara cermat menelaah dan mengkaji mulai dari proses perencanaan sampai dengan penganggaran keuangan daerah,” ujarnya.

Sementara, Juru bicara dari Fraksi Karya Perjuangan Natsir Sega dalam pandangan umum kali ini menyampaikan bahwa setelah mengkaji dan menelaah RAPBD 2024 pihaknya mengharapkan beberapa penjelasan. Salah satunya terkait laju inflasi Kabupaten Gowa yang tinggi.

“Kami ingin penjelasan apakah yang memang benar tingginya inflasi di Kabupaten Gowa dipengaruhi faktor cuaca ekstrem sehingga terjadi gangguan pasokan terhadap beberapa komoditas,”katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646