0%
logo header
Kamis, 16 Mei 2019 19:32

Berkah Ramadhan, Produsen Kue Banjir Pesanan

Andi Istiyani A.Tanrasula memperlihatkan kue kering hasil produksinya, Kamis (16/05/2019).
Andi Istiyani A.Tanrasula memperlihatkan kue kering hasil produksinya, Kamis (16/05/2019).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Selain berburu pahala dengan beribada, banyak umat muslim juga memanfaatkan momentum ini dengan mengais rezeki.

Seperti yang dilakukan Andi Istiyani A.Tanrasula, warga Jl. Daeng Ngeppe 105F, Kota Makassar ini, yang berprofesi sebagai produsen kue kering atau cookies.

Ia mengaku, selama bulan ramadhan ini, pesanan kuenya meningkat drastis dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Momentum ini pun tidak disia-siakan.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Kalau bulan lain biasanya maksimal 70an toples saja perbulan kita produksi, tapi jelang lebaran pesanan meningkat sampai delapan kali lipat,” ujar Isti panggilan akrabnya saat ditemui Kamis (16/05/2019).

Dalam membuat kue kering ini memang membutuhkan modal lumayan besar. Selain bahan, dirinya juga membutuhkan peralatan yang memadai agar hasilnya optimal dan agar dapat memproduksi dalam waktu cepat ia mempekerjakan tujuh orang.

Dalam sehari ia mampu memproduksi 15 sampai 22 toples. Khusus ramadhan kali ini isti menargetkan produksi 600 toples kue kering dengan harga mulai 67 ribu hingga 80 ribu rupiah untuk toples kecil.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Kita buat delapan jenis kue, seperti nastar, putri salju, green tea, coklat stick, choco chips, kelapa keju, corn flaks dan double cream keju,” ungkapnya.

Nastar dan coklat stick adalah kue yang paling diminati. Khusus nastar dijual dengan harga 80 ribu per toples kecil.

Bisnis kue ini telah ia geluti sejak tujuh tahun terakhir. Sehingga bukan lagi hal sulit untuk memasarkan jajanannya lantaran sudah mendapat kepercayaan konsumen.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

“Yang rutin pesan di kami itu seperti dari instansi pemerintah ada juga perusahaan dan beberapa keluarga di daerah,” ujarnya.

Ia juga mengaku mendapat banyak dukungan dari sang suami yang bergelut di dunia jurnalistik terutama dalam membantu memasarkan kue keringnya.

“Dalam memasarkan produk, kami juga melakukan promosi melalui sosial media, jadi kalau ada yang mau pesan bisa juga langsung dengan buka facebook saya (andi istiyani) lalu inbox,” tuturnya.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Ia menambahkan, memiliki usaha di bidang makanan memiliki banyak faedah terutama pahala.

“Kita usaha tentu berharap laba, tapi dengan menjual makanan yang baik tentu akan memberi manfaat bagi orang lain, dan pasti itu berpahala bagi kami,” jelasnya.

Selain kue kering isti juga memproduksi kue tradisonal bugis makassar seperti cucuru bayao, barongko, katrisala juga jajanan pasar seperti kue lumpur, lemper, cantik manis, jalangkote, risoles bahkan menerima pesanan nasi dan kue dos.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

“Hanya saja di bulan ramadhan kita utamakan produksi kue kering karena lagi momentnya,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646