0%
logo header
Jumat, 11 Desember 2020 14:02

Bulan Februari 2021, Dinas PUPR Sinjai Akan Benahi Bendungan Air Kalamisu Kanan

Bulan Februari 2021, Dinas PUPR Sinjai Akan Benahi Bendungan Air Kalamisu Kanan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sinjai melakukan survey Bendungan Air Kalamisu Kanan yang roboh di Desa baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.

Dari hasil survey lokasi, kurang lebih 20 meter Bendungan Air Kalamisu Kanan atau Bendungan Ta’lentoa (Lompo Aho) jebol disebabkan karena besarnya air dan ditambah hantaman material berupa batu besar dan potongan kayu.

Kepala Bidang SDA PUPR kabupaten Sinjai A. Syarifuddin mengatakan dari hasil survey, kurang lebih 20 meter Bendungan air kalamisu jebol dan tahun depan kita akan Benahi.

“Sebenarnya bukan Roboh tetapi Jebol. Insa Allah, Tahun depan kita benahi,” singkatnya.

Ditanya soal langkah sementara yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengakali bendungan air kalamisu kanan yang roboh, menurutnya, penanganan darurat yang dilakukan masyarakat desa Baru bisa bertahan 2 sampai 3 bulan.

“Dari hasil pengamatan teman-teman setelah masyarakat melakukan penanganan darurat saya pikir ini sudah cukup bertahan 2 sampai 3 bulan, sedangkan anggaran tahun depan sisa bulan depan jadi paling lambat bulan Februari kita sudah lakukan pemasangan Bronjong untuk anggaran tahun 2021,” kuncinya.

Sebelumnya, warga Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai bergotong royong memperbaiki bendungan Ta’lentoa ( LOMPO AHO ) atau Bendungan Air Kalamisu Kanan yang roboh sepanjang kurang lebih 30 Meter.

Perbaikan bendungan dilakukan warga karena sudah memasuki musim tanam padi namun sementara air tidak bisa masuk di saluran karena bendungan tumbang dan saluran bocor.

Salah satu warga Desa Baru, Andi Rancing menuturkan bahwa perbaikan Bendungan ini dilakukan secara Swadaya, pasalnya setiap kali menelang musim tanam namun Bendungan tersebut tak kunjung diperbaiki oleh pihak pemerintah.

“Bendungan Kalamisu ini mengairi lahan yang kurang lebih 50 hektar Sawah namun tak kunjung ada perhatian dari Pemerintah sehingga Masyarakat Petani dengan Swadaya memperbaikinya,” jelasnya.

“Kami melakukan perbaikan Bendungan karena sudah masuk musim tanam sementara air tidak bisa masuk di saluran karena bendungan tumbang dan saluran bocor,” sambungnya. (Anto)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646