0%
logo header
Sabtu, 21 Maret 2026 15:24

Bupati Barru Ajak Warga Jadikan Idulfitri Momentum Perkuat Persatuan dan Nilai Sipakatau

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Bupati dan Wali Bupati Barru
Ket: Bupati dan Wali Bupati Barru

Barru — Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan nilai kebersamaan di Kabupaten Barru. Hal itu disampaikan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dalam sambutannya sebelum pelaksanaan Shalat Idulfitri di Masjid Agung Nurul Iman Kabupaten Barru, Sabtu (21/3/2026).

Di hadapan jamaah, Bupati mengajak masyarakat meninjau kembali nilai-nilai Ramadan yang telah dijalani selama satu bulan penuh. Menurutnya, Ramadan bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga pembentukan karakter sosial.

“Ramadan telah melatih kita menahan diri, peduli terhadap sesama, serta berkata jujur dan amanah. Pertanyaannya, apakah nilai-nilai itu masih menetap dalam diri kita, atau justru menguap setelah Ramadan pergi,” ujarnya.

Baca Juga : Bupati Barru Buka Peluang Kolaborasi dengan Kampus dan BRIN Kembangkan Potensi Daerah

Ia menegaskan, Idulfitri harus menjadi ruang memperkuat nilai spiritual dan sosial. Di Barru, nilai tersebut tercermin dalam falsafah Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge yang menjadi dasar hubungan sosial masyarakat.

“Ini saatnya kita melebur perbedaan, menghapus dosa dan sengketa, serta menggantinya dengan jalinan kasih sayang dan persaudaraan,” katanya.

Bupati juga menekankan bahwa Idulfitri tidak diukur dari simbol lahiriah seperti pakaian baru, tetapi dari peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia menyebut Idulfitri sebagai momen penyejuk hati dan penguat kesadaran spiritual.

Baca Juga : Hadiri HBDI ke-118, Bupati Barru Dukung Senam Taichi Jadi Agenda Rutin Car Free Day

Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung tantangan pembangunan daerah yang masih dihadapi, termasuk tekanan ekonomi global dan dinamika sosial. Namun, ia menyatakan optimisme terhadap semangat kebersamaan masyarakat Barru.

“Selama kita bersatu, tidak ada rintangan yang tidak bisa kita lalui,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barru akan memfokuskan pembangunan yang lebih merata hingga wilayah pedesaan. Prioritas meliputi peningkatan kesejahteraan petani, pembangunan infrastruktur, dan penguatan layanan dasar masyarakat.

Baca Juga : Sambut HBDI ke-118, Bupati Barru Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Lewat Senam Tai Chi

Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak, termasuk dari keluarga kurang mampu.

“Pendidikan adalah hak semua anak. Kita ingin memastikan seluruh anak Barru mendapatkan layanan pendidikan yang layak, termasuk melalui program sekolah gratis,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual sebagai fondasi sosial masyarakat. Momentum Idulfitri diharapkan memperkuat solidaritas dan nilai keimanan.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

Bupati turut menyampaikan pesan kepada warga perantau agar menjaga hubungan dengan kampung halaman dan membawa pengalaman positif untuk pembangunan daerah.

“Barru akan selalu menjadi rumah yang terbuka bagi kita semua,” tuturnya.

Mengakhiri sambutan, ia mengajak masyarakat saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Ia juga mengimbau warga menjaga fasilitas publik sebagai aset bersama.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” katanya, sekaligus mengundang masyarakat bersilaturahmi di Rumah Jabatan Bupati.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Irman, dalam khotbah Idulfitri menekankan pentingnya menurunkan ego dan menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

Ia mengingatkan makna takbir sebagai pengingat agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan.

Baca Juga : Pemkab Barru Gandeng STIA LAN Makassar, Perkuat Inovasi Daerah dan Tata Kelola Desa

“Yang Maha Besar hanyalah Allah. Dari situlah kita belajar bahwa segala persoalan hidup menjadi kecil di hadapan kebesaran-Nya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam menjalankan amanah, termasuk dalam tata kelola pemerintahan, serta mendorong masjid berfungsi lebih luas sebagai pusat pelayanan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menutup khotbahnya, ia mengajak umat menjadikan bulan Syawal sebagai momentum meningkatkan kualitas diri dan melanjutkan nilai disiplin, kepedulian, dan kebersamaan yang telah dibangun selama Ramadan.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646