REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan instruksi kepada seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa agar melakukan perbaikan data sektoral.
Hal ini menurutnya, sebagai salah satu langkah preventif dalam mendorong peningkatan penerimaan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gowa.
“Cara menaikkan pendapatan perkapita salah satunya dilakukan dengan konsolidasi data. Menurut data BPS ternyata selama tiga tahun terakhir mereka sangat sulit mendapatkan data sektoral yang ada pada setiap SKPD, sehingga ini harus jadi perhatian,” ungkapnya saat memimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan Data Statistik Sektoral Bidang Perekonomian, di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, kemarin.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
Bahkan ia menginstruksikan agar pertemuan atau koordinasi tersebut pun dirutinkan selama per triwulan (empat bulan sekali) untuk mempercepat tujuan yang diharapkan. Bahkan pihaknya menyiapkan sanksi tegas jika masih ada SKPD yang belum bisa memenuhi data yang diinginkan tersebut.
“Kita akan ketemu tiga kali, ini pertemuan pertama, pertemuan kedua nanti Agustus dan terakhir itu di Desember. Pada saat BPS mau melakukan perhitungan (Desember) semua data sudah harus selesai, dan jika di Agustus masih ada data yang tidak mampu terkonsolidasi dengan baik dan tidak didapatkan oleh BPS, maka sanksinya akan berat,” tegas Adnan.
Ia mengaku, upaya tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab saat ini pergerakan pendapatan perkapita Kabupaten Gowa di tiga tahun terakhir sangatlah rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi karena Kabupaten Gowa berbatasan langsung dengan Kota Makassar, dimana banyak orang yang tinggal di Kabupaten Gowa tapi bekerja atau berbelanja di Kota Makassar.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Dengan banyaknya wilayah pemukiman (perumahan) yang tumbuh itu menandakan bahwa tiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk. Hanya saja aktivitas mereka kebanyakan di Kota Makassar, secara tidak langsung pendapatan perkapita itu lebih dibesar didapatkan di Makassar daripada disini,” ujarnya.
Ia pun meminta agar seluruh SKPD bisa segera mengumpulkan data sektoral tersebut ke pihak terkait (BPS Gowa) untuk segera dihitung potensi-potensi peningkatan PDRB yang ada.
“Saya tidak yakin pendapatan perkapita Kabupaten Gowa ini tidak mampu terdongkrak naik, pasti yang tidak dimiliki oleh BPS itu salah satu faktornya karena sulit untuk memberikan data. Sehingga diharapkan SKPD bisa segera memberikan data yang diinginkan,” harap Adnan.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Sementara, Kepala BPS Gowa Abd Hafid mengatakan, data sektoral yang kuat bisa menjadi sumber data untuk penghitungan PDRB Kabupaten Gowa. Sehingga dengan data yang lengkap maka PDRB akan dihitung dan bisa menggambarkan kondisi perekonomian di Kabupaten Gowa secara ril.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah berawal dari rapat koordinasi ini dan nanti akan kita lakukan rapat per triwulan. Dimana kita mengidentifikasi jenis-jenis data yang dibutuhkan. Jadi kami sudah menyiapkan form data untuk diisi oleh dinas atau OPD yang bersangkutan,” katanya.
Tak sampai disitu, dalam pengisian data tersebut, pihaknya akan melakukan verifikasi secara bersama-sama agar tidak ada yang saling menyalahkan tentang data yang ada.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
“Kami juga sudah menyiapkan ruang pelayanan di Kantor BPS jika ada kendala-kendala teknis yang dialami oleh teman-teman di SKPD dalam rangka menyiapkan data-data dimaksud,” tambahnya.
Dijelaskan Abd Hafid, dalam peningkatan PDRB itu bukan hanya masalah data. Namun tetap dibutuhkan penajaman pada program-program yang dilakukan dengan tujuan mampu memberikan peningkatan ekonomi di Kabupaten Gowa sesuai dengan tugas masing-masing.
“Yang paling penting adalah masing-masing dinas terkait harus melakukan penajaman pada program-program. Misalnya pada Dinas Pertanian, peningkatan produksi hasil-hasil pertanian itu harus diupayakan supaya meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Abd Hafid.
