0%
logo header
Jumat, 07 Mei 2021 14:52

Bupati Luwu Utara Tegaskan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Wajib Dengan Protokol Kesehatan

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani

REPUBLIKNEWS.CO.ID,MASAMBA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menegaskan penarapan protokol kesehatan pada pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H nantinya, wajib menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani saat memimpin rapat koordinasi, membahas persiapan pelaksanaan Shalad Idul Fitri 1442 H bersama Kementerian Agama Luwu Utara, Camat se Luwu Utara dan beberapa pihak terkait.

Selain mendengarkan lapran dari setiap kecamatan terkait persiapan Shalat Idul Fitri, Indah juga memastikan sejauh mana persiapan pemerintah ditingkat kecamatan hingga desa untuk menerapkan protokol kesehatan disetiap titik lokasi tempat pelaksanaan Shalat Ied.

Baca Juga : Bupati Lutra Usul Intervensi Irigasi Teknis Untuk Ketahanan Pangan

“Pastikan semua masyarakat yang datang menggunakan masker, alau perlu siapkan bagikan masker kepada masyarakat yang datang tanpa menggunakan masker,” tegas Indah. Jumat (07/05/2021)

Indah juga menegaskan, disetiap lokasi pelaksanaan shalat Ied nantinya baik di masjid maupun di lapangan, jarak jemaah harus diatur, ini dlakukan semata mata demi mengantisipasi penularan Covid-19.

“Luwu Utara sudah zona hiaju, ini harus kita pertahankan, memang tidak mudah mengatur masyarakat banyak. Tapi saya minta semua pemerinath kecamatan sampai desa, satgas covid untuk tidak lelah terus melakukan sosialisai terkait hal ini,” tutur Indah.

Baca Juga : HUT Ke-25 DWP Peringati Hari Ibu, Indah Putri Indriani : Momentum Menghargai Kehadiran Perempuan

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu juga mengingatkan, pada tanggal 13 Mei nantinya ummat kristiani juga akan memperingati kenaikan Isa Almasih. ” Artinya ada dua agama besar memperingati hari besar pula. Jadi bagaima pemerintah disetiap kecamatan dan desa betul betul mengatur sedemikian rupa agat tiidak terjadi kerumunan,” imbuhnya.

“Misalnya di lapangan Salassa saya sarankan disitu tidak dijadikan sebagai lokasi shalat ied. Karena disitu ada beberapa gereja dan sudara kita ummat kristiani juga memperingati hari kenaikan Isa Almasih, jadi potensi berkerumun itu besar. Jadi harus diantisipasi sejak awal,” pungkasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646