REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Sosialisasi dan diskusi Indeks Elektronikfikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) dan Quick Response Indonesia Standar (QRIS) serta penyusunan Roadmap tim percepatan dan perluasan digitalisasi Daerah (TP2DD) dilaksanakan atas kerjasama Bank Indonesia dengan Pemkab Soppeng, berlangsung di Aula BPKPD Kabupaten Soppeng, Kamis (08/07/2021).
Direktur Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Iwan Setiawan mengatakan progres perkembangan untuk implementasi tim percepatan dan perluasan digitalisasi Daerah telah dikukuhkan bersama sejak 9 April 2021.
“Terima kasih atas kerjasamanya terutama dalam hal memajukan Ekonomi Keuangan digital di Sulsel, khususnya di Kabupaten Soppeng,” ungkap Iwan Setiawan.
Baca Juga : Mudahkan Masyarakat dan UMKM, PLN Pastikan Triwulan I 2026 Tarif Listrik Tak Naik
“Kami mencatat, Kabupaten Soppeng memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi yang positif,” ungkapnya lagi.
Disampaikan bahwa keberadaannya di Kabupaten Soppeng bermaksud untuk sharing tentang TP2DD karena mempunyai target yang namanya Indeks Elektronifikasi Pemda.
“Kami yakin dan percaya, Kabupaten Soppeng mengalami perkembangan cepat,” sebut Iwan Setiawan.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi dan Polda Sulsel Komitmen Jaga Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan
Sementara, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan tidak disia-siakan dan harus dimaksimalkan karena penting bagi Negara sehingga Bank Indonesia sampai ujung tombak yang dulunya hanya di Ibukota Jakarta dan paling jauh di Provinsi.
“Kami berharap, Soppeng menjadi pilot sebagai kota transaksi digital,” harap Andi Kaswadi Razak.
Lanjutnya bahwa, sangat mengapresiasi karena saat ini sudah menjadi kebutuhan kedepan sehingga tidak ketinggalan moment.
Baca Juga : Terima Penghargaan KIP, Pemkab Gowa Ciptakan Keterbukaan Pelayanan Informasi Publik
“Kepada tim TP2DD bekerja maksimal agar program ini terlaksana dengan baik,” kata Andi Kaswadi Razak. (Yusuf)
