0%
logo header
Sabtu, 17 Agustus 2024 09:48

Capai Rp195,79 Triliun, Aset Perbankan Sulsel Tumbuh 7,60 Persen

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi aktivitas perbankan. (Dok. Internet/ndmobile.com)
Ilustrasi aktivitas perbankan. (Dok. Internet/ndmobile.com)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan hingga Juni 2024 terus tumbuh positif secara berkelanjutan dan stabil. Salah satunya terlihat pada total aset perbankan di Sulawesi Selatan posisi Juni 2024 tumbuh 7,60 persen secara year of year (yoy) dengan nominal mencapai Rp195,79 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Darwisman menyebutkan, total aset perbankan Sulsel mengalami peningkatan setiap tahunnya. Misalnya pada periode 2022 mencapai Rp174,54 triliun atau tumbuh 1,88 persen dari periode sebelumnya, sedangkan di 2023 sebesar Rp192,17 triliun atau tumbuh mencapai 10,10 persen secara yoy.

Selanjutnya, untuk pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,84 persen yoy dengan nominal mencapai Rp131,52 triliun di periode Juni 2024.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel

“Kemudian, di periode 2022 sebesar Rp116,99 trilun, dan periode 2023 mencapai Rp127,67 triliun,” terangnya, dalam keterangannya, Sabtu, (17/08/2024).

Kemudian, pada kredit yang disalurkan, OJK mencatat tumbuh sebesar 9,01 persen secara yoy dengan nominal mencapai Rp161,20 triliun atau meningkat dari periode 2023 sebanyak Rp157,62 triliun.

Sebelumnya, Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada periode triwulan II 2024 mencapai 4,98 persen. Capaian ini pun dinilai masih dibawah pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,05 persen di periode yang sama.

Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel

“Kalau kita lihat capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel di triwulan kedua ini masih sedikit dibawah nasional. Harapan kita kondisi ini bisa semakin membaik, mudah-mudahan kedepannya kita bisa menyamai bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Darwisman.

Menurutnya, meskipun pencapaian pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua masih dibawah 5,00 persen, tetapi jika dibandingkan pada triwulan I 2024 terlihat mengalami peningkatan dari 4,82 persen naik menjadi 4,98 persen.

“Memang masih banyak beberapa hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua dalam rangka bagaimana kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan

Hanya saja, untuk perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan di periode 2022 hingga 2023 mengalami peningkatan. Di 2020 IPM Sulsel 73,08 persen, kemudian di 2021 mencapai 73,38 persen atau naik 0,41 persen. Sementara di 2022 mencapai 73,96 persen atau naik 0,79 persen dari periode sebelumnya.

“Bahkan di periode 2023 pencapaiannya 74.69 persen atau melebihi IPM nasional yakni 74,39 persen. Sementara dari 2022 ke 2023 itu naik 0,87 persen IPM kita di Sulsel,” ungkapnya.

Pada sisi sektoral pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan ditopang dari pertanian, kehutanan dan perikanan berdasarkan tren share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar. Dimana dari sektor ini mengalami peningkatan setiap tahunnya, khususnya tiga tahun terakhir. Di periode 2021 mencapai 38,8 persen, di 2022 mencapai 39,2 persen, dan 2023 di angka 40,3 persen.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Di sisi perkembangan gini rasio secara umum (perkotaan dan pedesaan) tercatat mengalami penurunan dari periode 2023 mencapai 0,377, di periode 2024 mencapai 0,363. Pencapaian ini pun dibawah gini rasio nasional yakni 0,379.

Lanjut Darwisman, pada perkembangan tingkat kemiskinan tercatat pencapaian yang positif, dimana mengalami penurunan signifikan dari 2023 mencapai 8,70 persen atau sekitar 788,85 jiwa penduduk miskin turun di 2024 sebesar 8,06 persen atau 736,48 jiwa penduduk yang miskin.

“Tingkat kemiskinan kita ini juga jauh lebih besar penurunannya jika dibandingkan nasional sekitar 9,03 persen pada periode Maret 2024,” katanya.

Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional

Pertumbuhan ekonomi memang perlu didorong dengan lebih memassifkan kegiatan ekonomi. Sebab dengan hal tersebut akan ikut mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat, hingga mengurangi tingkat pengangguran, dan kemiskinan di masyarakat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646