REPUBLIKNEWS.CO.ID, SELAYAR — Seorang siswi SMA di Kabupaten Kepulauan Selayar menangis haru setelah memenangkan undian saat mengikuti sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui KIE yang digelar oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, di Kampung Toa Bitombang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Selasa (19/03/2019) kemarin.
Berjalan terburu-buru, Nur Adni (17 tahun), segera mengangkat tangannya sambil menunjukkan nomor kertas kuponnya yang dibacakan oleh Aliyah Mustika saat diundi.
Tak sepatah kata pun ia berkata, sampai panitia menyerahkan hadiah Kulkas yang bertuliskan BKKBN. Matanya mulai memerah hingga tak mampu membendung air matanya.
Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Tamsil Linrung Inisiasi Posko Pengaduan Program Strategis Presiden di Sulsel
“Senang sekali saya bisa memenangkan undian kulkas ini, saya sangat bersyukur karena di rumah kami belum ada kulkas,” ujar Nur Adni.
Saat menerima hadiah undian, Nur Adni didampingi oleh ibunya yang juga ikut tersedu.
“Terimakasih ibu Aliyah, berkat mengikuti kegiatan ini saya mendapatkan hadiah kulkas,” tuturnya.
Baca Juga : Angkat Ikon Geopark di Bandara Hasanuddin, Gubernur Sulsel: Gerbang Awal Promosi Pariwisata Sulsel
Selain Kulkas, beberapa hadiah lainnya juga ikut diundi diantaranya satu unit televisi LED 32 inci, satu unit sepeda, dua unit dispenser, dua unit penanak nasi, dua unit kompor gas dan Handphone.
Sosialisasi KKBPK ini digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya merencanakan masa depan keluarga dengan baik.
“Sangat baik kita merencanakan keluarga sejak dini, bagaimana kita mengatur masa depan anak kita, sekolahkan mereka hingga ke perguruan tinggi, persiapkan mereka dengan pekerjaan yang baik dan baru dipikirkan bagaimana agar mereka menikah. Janganki kasi buru-buru mereka untuk menimah,” kata Aliyah.
Baca Juga : Resmi Disetujui, Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Kearsipan, Pesantren dan Tata Kelola Keuangan
Sementara perwakilan BKKBN Sulsel, Tawakkal yang turut hadir sebagai pemateri mengungkapkan, dalam merencanakan rumah tangga kita harus memperhatikan empat terlalu.
“Yang pertama terlalu muda usia saat melahirkan, itu sangat berbahaya bagi kesehatan, selain masalah kandungan ibu yang masih sangat rentan terserang penyakit, anak yang dilahirkan juga bisa lahir dalam keadaan prematur. Ini sangat berbagaya, ini adalah salah satu penyebab kelahiran anak dalam keadaan stunting. Kedua terlalu tua melahirkan juga sangat berbahaya bagi ibu melahirkan akan terkena penyakit kanker rahim,” kata Tawakkal.
“Selain itu, terlalu banyak melahirkan anak dan terlalu sering melahirkan juga sangat berbahaya bagi kesehatan kandungam seorang ibu serta akan berdampak pada kurang maksimalnya dalam pengurusan anak. Ini dampak panjangnya adalah anak akan kurang mendapatkan perhatian dari orangtuanya sehingga akan berdampak pada masadepan mereka,” tambahnya.
Baca Juga : IPM Makassar 2025 Tertinggi di Sulsel, Tembus Peringkat 7 Nasional
Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. Suardi, dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kepulauan Selayar Miswar Wahyudi Natsir Leha. (rls)
