REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA — Desa Muara Ritan di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kian menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya mengangkut sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Desa ini juga mengubah sampah menjadi peluang ekonomi melalui optimalisasi Bank Sampah Muara Ritan.
“Sejak awal 2024, Bank Sampah Muara Ritan telah menjadi primadona baru bagi warga desa,” tutur Kepala Desa Muara Ritan, Ardy Maroni, Jumat (07/06/2024).
Antusiasme masyarakat pun tak perlu diragukan lagi. Warga dari berbagai usia, dari anak-anak hingga dewasa, berbondong-bondong menabung sampah mereka di Bank Sampah.
Baca Juga : 17 Alasan Rakyat Kutai Kartanegara Kembali Pilih Edi Damansyah-Rendi Solihin
Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan dan dijual, salah satunya melalui kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar.
“Hasil penjualan dicatat dengan rapi dan dapat ditukarkan dengan uang, logam mulia seperti emas, atau bahkan barang kebutuhan sehari-hari,” jelas Ardy.
Transformasi sampah menjadi peluang ekonomi ini tak hanya memberikan kontribusi positif bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka gerbang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Ribuan Warga Kukar Ramaikan Pestapore Edi-Rendi, Bukti Kuat Dukungan Petahana
“Kami berharap Bank Sampah Muara Ritan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kukar,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kukar)
